Akses Listrik Hadir, Jublina Loemnanu Menenun Harapan Baru
Ringkasan Berita
Tangannya lincah memasukkan benang ke sela-sela alat tenun sederhana dari bilah bambu. Jublina Loemnanu (50 tahun) adalah definisi dari seorang pekerja keras. Warga Desa Oefeto, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang ini adalah seorang penenun, petani, sekaligus ibu rumah tangga.
Tangannya lincah memasukkan benang ke sela-sela alat tenun sederhana dari bilah bambu. Jublina Loemnanu (50 tahun) adalah definisi dari seorang pekerja keras. Warga Desa Oefeto, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang ini adalah seorang penenun, petani, sekaligus ibu rumah tangga.
Di rumah beratap seng dan berdinding pelepah lontar, Jublina tinggal bersama ibu dan ketiga anaknya. Suaminya sudah lama tiada, menjadikan kerja keras bukan sebagai pilihan, namun keharusan. Di sela-sela menenun, Jublina ramah menemui Tim Ditjen Ketenagalistrikan pada Senin (22/6/2026).
Ia bercerita sudah lama menyalur listrik di rumah kerabatnya. Penghasilannya yang tak menentu membuat biaya pasang baru listrik terasa berat untuknya. Tak memiliki akses listrik sendiri membuat Jublina bergantung pada orang lain.
“Kadang Saudara saya mencabut colokan kami, listrik gelap,” tuturnya dengan suara lirih.
Kini, Jublina punya listrik sendiri dengan adanya Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM. Jublina mendapatkan instalasi listrik rumah berupa 3 titik lampu dan 1 kotak kontak, pemeriksaan, pengujian instalasi, penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO), serta penyambungan ke PLN dan token listrik perdana.
“Kami sangat bersyukur karena kami sudah dapat meteran sendiri, kami gembira, senang, dan anak-anak juga belajar aktif setiap hari, malam juga mereka belajar,” ujar Jublina penuh suka cita.
Satu desa dengan Jublina, Petrus Lete (49 tahun) juga mendapatkan bantuan pasang baru listrik gratis. Buruh tani ini menggunakan lampu pelita sebelum listrik masuk ke rumahnya. Kehadiran listrik di rumahnya membawa rasa tenang untuknya.
“Sekarang rasanya senang sekali dan nyaman. Terima kasih Bapak Prabowo,” ujar Petrus.
Jublina dan Petrus adalah masyarakat yang mendapat manfaat nyata dari Program BPBL. Program ini hadir untuk menyalakan asa, memberi terang bagi semua. (AMH)