Selasa, 10 Maret 2026

Detail Berita

Kamis 19 Februari 2026 Berita Terkini

Belajar dari Jepang, Ditjen Ketenagalistrikan Perkuat Implementasi Teknologi Rendah Karbon

Ringkasan Berita

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyelenggarakan Forum Literasi Ketenagalistrikan bertajuk Ngopi@PerpusGatrik Sharing Session “Decarbonization Technology in Japan”, Kamis (19/02/2026). Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman hasil workshop dan study tour teknologi rendah karbon di Jepang.

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyelenggarakan Forum Literasi Ketenagalistrikan bertajuk Ngopi@PerpusGatrik Sharing Session “Decarbonization Technology in Japan”, Kamis (19/02/2026). Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman hasil workshop dan study tour teknologi rendah karbon di Jepang.
 
Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Wanhar dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi menuju sistem energi rendah karbon merupakan agenda strategis nasional untuk mendukung penurunan emisi gas rumah kaca, ketahanan energi, dan pembangunan berkelanjutan. 
 
“Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dituntut tidak hanya andal, namun juga diiringi kepedulian terhadap lingkungan dan selaras dengan komitmen global terhadap perubahan iklim,” ujarnya.
 
Sharing session ini menghadirkan pengalaman langsung pegawai Ditjen Ketenagalistrikan yang telah mengikuti workshop dan study tour di Jepang pada bulan Oktober 2025 lalu. Kunjungan ini difasilitasi Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk memperkuat wawasan pengembangan teknologi rendah karbon berbagai instansi di Indonesia.
 
Dalam sesi pemaparan, JICA Energy Expert, Taisuke Masuda menyampaikan bahwa kerja sama Indonesia–Jepang di sektor energi terus diperkuat, termasuk melalui penyusunan peta jalan dekarbonisasi serta pengembangan teknologi hidrogen dan amonia.
 
“Kerja sama ini mencakup penguatan roadmap dekarbonisasi, dukungan tenaga ahli di PLN dan ESDM, serta pengembangan teknologi baru termasuk campuran atau pembakaran eksklusif hidrogen dan amonia,” jelas Masuda.
 
Para narasumber yang merupakan perwakilan peserta workshop dari Ditjen Ketenagalistrikan, yaitu Rara Anjelia, Diyas Avicenna, Fajar Rahmadhy, dan Yundi Haekal Azizi, turut membagikan pembelajaran terkait kebijakan transisi energi di Jepang dan strategi dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.
 
Materi yang disampaikan meliputi implementasi carbon capture, pengelolaan waste to energy, hingga pengembangan hidrogen dan co-firing amonia pada pembangkit eksisting. Diskusi berlangsung interaktif dengan menyoroti pentingnya kesiapan regulasi, model bisnis, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan transisi energi di Indonesia.
 
Melalui forum ini, Ditjen Ketenagalistrikan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat literasi serta kerja sama internasional dalam mewujudkan sistem ketenagalistrikan yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan. (NH)
Dipublikasikan: Kamis 19 Februari 2026