Jumat, 17 April 2026

Detail Berita

Rabu 08 April 2026 Berita Terkini

Dari Gelap Menuju Terang, Kampung Cisadon Menyala Berkat PLTS dan Baterai

Ringkasan Berita

Senja di Kampung Cisadon, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, dulu identik dengan keterbatasan. Saat cahaya matahari perlahan menghilang di balik perbukitan, aktivitas warga ikut meredup. Penerangan seadanya membuat malam terasa lebih sunyi, sementara anak-anak harus belajar dalam kondisi yang serba terbatas.

Senja di Kampung Cisadon, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, dulu identik dengan keterbatasan. Saat cahaya matahari perlahan menghilang di balik perbukitan, aktivitas warga ikut meredup. Penerangan seadanya membuat malam terasa lebih sunyi, sementara anak-anak harus belajar dalam kondisi yang serba terbatas.

Di wilayah dengan akses yang tidak mudah dijangkau ini, listrik belum hadir secara penuh mendukung produktivitas masyarakat. Selama bertahun-tahun, puluhan rumah hanya mengandalkan pembangkit listrik tenaga micro hidro (PLTMH) sebagai sumber penerangan sederhana. Cahaya yang dihasilkan terbatas dan kerap terkendala secara teknis, sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan listrik secara menyeluruh. 
 
Padahal, Kampung Cisadon menyimpan potensi besar. Mayoritas warganya menggantungkan hidup sebagai petani kopi, sementara sebagian lainnya menjadi buruh dan terlibat dalam aktivitas wisata trekking alam yang tengah berkembang.
 
Upaya menghadirkan listrik ke Kampung Cisadon selama ini terkendala berbagai hal. Kondisi geografis yang sulit serta keterbatasan perizinan jalur kelistrikan membuat perluasan jaringan listrik PLN sulit untuk direalisasikan. 
 
Meski demikian, upaya menghadirkan energi bagi masyarakat tidak berhenti. Melalui kolaborasi antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero), negara menghadirkan solusi inovatif berupa Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Individual dengan Baterai. Program ini dirancang untuk menjangkau wilayah dengan akses terbatas tanpa bergantung pada jaringan listrik konvensional.
 
Kampung Cisadon pun menjadi lokasi implementasi perdana program ini di Jawa Barat. Dari total 30 warga, sebanyak 14 pelanggan telah menikmati listrik melalui PLTS Individual dengan Baterai. Sedangkan 6 pelanggan masih dalam proses pemasangan, dan sisanya akan segera menyusul untuk mendapatkan penerangan serupa.
 
Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Ahmad Amiruddin menegaskan bahwa kehadiran listrik di Kampung Cisadon merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan energi yang berkeadilan.
 
“Penyediaan listrik di Kampung Cisadon merupakan wujud nyata komitmen menghadirkan energi berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Melalui program PLTS Individual dengan Baterai, listrik kini dapat dinikmati hingga ke wilayah terpencil, membuka akses terhadap pendidikan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
 
Hal senada disampaikan General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo. Ia menjelaskan bahwa upaya melistriki wilayah ini telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu, meskipun menghadapi berbagai kendala di lapangan.
 
“Melalui inovasi PLTS Individual dengan Baterai, masyarakat kini dapat menikmati listrik dengan lebih cepat. Antusiasme warga juga sangat tinggi dan jumlah pemasangan terus bertambah. Kehadiran listrik ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
 
Perubahan pun mulai terasa. Rumah-rumah warga kini tampak lebih terang saat malam tiba. Anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, dan aktivitas sehari-hari menjadi lebih produktif. Bahkan, penggunaan peralatan rumah tangga seperti penanak nasi dan kulkas kini mulai dimungkinkan.
 
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Karang Tengah, Ade Dahlia, berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
 
“Kami berharap PLTS Individual dengan Baterai dapat meningkatkan kualitas ekonomi dan pendidikan masyarakat serta membuka akses terhadap informasi dan teknologi,” tuturnya.
 
Rasa syukur juga disampaikan Ketua RT Kampung Cisadon, Ujang Usman yang merasakan langsung perubahan tersebut.
 
“Dulu kami hanya mengandalkan kincir air dengan penerangan terbatas. Sekarang kampung kami lebih terang, anak-anak bisa belajar dengan nyaman, dan aktivitas warga lebih mudah,” katanya.
 
Kini, Kampung Cisadon tidak lagi hanya tentang keterbatasan. Kehadiran listrik membuka peluang baru dari peningkatan kualitas hidup hingga pengembangan potensi ekonomi lokal. Dari sebuah kampung di balik perbukitan, Cisadon menjadi bukti bahwa kolaborasi dan inovasi mampu menghadirkan terang hingga ke pelosok negeri. (NH)
Dipublikasikan: Rabu 08 April 2026