Rabu, 06 Mei 2026

Detail Berita

Selasa 21 April 2026 Berita Terkini

Dari Kebaya ke Energi, Semangat Kartini Menghidupi Para Srikandi Ditjen Gatrik

Ringkasan Berita

Balutan kebaya dan pakaian tradisional warna warni memenuhi ruang mini seminar Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jakarta, Selasa (24/4/2026). Dari tipe anggun klasik hingga sentuhan modern, para pegawai perempuan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan tampil total, menghadirkan suasana berbeda di ruang kerja yang sehari-hari lekat dengan angka, jaringan, dan infrastruktur energi.

Balutan kebaya dan pakaian tradisional warna warni memenuhi ruang mini seminar Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jakarta, Selasa (24/4/2026). Dari tipe anggun klasik hingga sentuhan modern, para pegawai perempuan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan tampil total, menghadirkan suasana berbeda di ruang kerja yang sehari-hari lekat dengan angka, jaringan, dan infrastruktur energi.

Suasana hangat terasa sejak awal kegiatan. Tawa ringan, sapaan akrab, hingga antusiasme berfoto bersama menjadi penanda bahwa peringatan Hari Kartini kali ini bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ruang refleksi bahwa perempuan di sektor energi kini tidak lagi berada di pinggir, melainkan berdiri di tengah panggung perubahan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Wanhar mengapresiasi semangat para penerus Kartini yang hari itu telah menemukan bentuk nyatanya. Menurutnya, Perempuan tidak hanya berperan sebagai pengguna energi di rumah tangga, tetapi juga menjadi penggerak transisi energi, pengambil keputusan, hingga inovator di sektor yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki.

“Di Ditjen Ketenagalistrikan saya melihat banyak perempuan hebat, yang tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan peran dalam kehidupan pribadi dan sosial,” ungkapnya.

Di antara deretan perempuan berkebaya yang hadir, sosok Andriah Feby Misna Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis mencuri perhatian. Ia menjadi salah satu representasi perjalanan panjang perempuan di sektor energi. Lebih dari tiga dekade pengabdiannya menghadirkan cerita tentang pilihan, ketangguhan, dan konsistensi.

Perjalanan kariernya dimulai dari Direktorat Pengembangan Energi, tepatnya di subdirektorat energi perdesaan Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (DJLPE), sebelum berubah menjadi Ditjen Ketenagalistrikan. Berpindahpindah jabatan di Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), ia kembali ke Ditjen Ketenagalistrikan pada akhir tahun 2025. Ia mendapat tugas menangani pembangunan listrik perdesaan sebagai direktur, sebuah perjalanan yang ia maknai sebagai “kembali ke akar”.

Di balik capaian tersebut, tersimpan kisah yang lebih personal tentang bagaimana ia membagi waktu, menahan lelah, dan tetap melangkah. “Apa yang bisa dilakukan hari ini, lakukan hari ini,” pesannya sederhana, tetapi terasa kuat.

“Tanpa dukungan pasangan, akan sangat sulit menjalani peran ganda sebagai ibu dan pekerja. Itu semua bagian dari komitmen. Manajemen waktu juga sangat penting. Jangan menunda pekerjaan. Apa yang bisa dilakukan hari ini, lakukan hari ini. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok,” kenangnya.

Hari itu, kebaya bukan sekadar busana. Pakaian nusantara ini menjadi simbol bahwa kelembutan tidak meniadakan kekuatan. Di balik senyum dan keanggunan, para “Srikandi Gatrik” terus bekerja memastikan listrik menjangkau pelosok negeri, menghadirkan terang yang membuka peluang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kartini mungkin telah tiada, tetapi semangatnya tetap hidup, bergerak dalam langkah para perempuan hari ini, dan ikut menerangi Indonesia. (RA)

Dipublikasikan: Selasa 21 April 2026