Minggu, 15 Februari 2026

Detail Berita

Kamis 22 Januari 2026 Berita Terkini

Di Depan DPR, Menteri ESDM Paparkan Capaian Positif Subsektor Ketenagalistrikan

Ringkasan Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memaparkan kinerja positif subsektor ketenagalistrikan sepanjang tahun 2025. Hal itu ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan konsumsi listrik per kapita dan kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional. Hal tersebut disampaikannya pada Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Kamis, (22/01/2026).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memaparkan kinerja positif subsektor ketenagalistrikan sepanjang tahun 2025. Hal itu ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan konsumsi listrik per kapita dan kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional. Hal tersebut disampaikannya pada Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Kamis, (22/01/2026).
 
Bahlil menjelaskan konsumsi listrik per kapita nasional menunjukkan tren kenaikan sebesar 108,2%, pada 2024, konsumsi listrik per kapita tercatat sebesar 1.411 kilowatt hour (kWh), dan meningkat menjadi 1.584 kWh pada 2025.
 
“Untuk konsumsi listrik perkapita itu naik, dari 2024 sebesar 1.411 kWh, 2025 itu menjadi 1.584 kWh per kapita, jadi ini ada kenaikan konsumsi,” jelasnya.
 
Selain konsumsi listrik per kapita, Bahlil menjelaskan, di tahun 2025 kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional bertambah sekitar 7 gigawatt (GW) atau setara 7.000 megawatt (MW). Dengan penambahan tersebut, total kapasitas terpasang listrik nasional mencapai sekitar 107,51 GW. Sedang realisasi kapasitas pembangkit EBT tahun 2025 tercatat sebesar 15.630 MW, didorong oleh tambahan kapasitas dari PLTA (531,2 MW), PLTS (584,7 MW), PLTP (105,2 MW), dan PLTBio (84,5 MW).
 
“Di tahun 2025, itu ada terjadi penambahan 7 GW listrik yang dari fosil dan batu bara,” paparnya.
 
Adapun untuk Bauran Energi Nasional, terdapat penambahan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 1,1% dari tahun 2024. Tambahan kapasitas tahun 2025 sebesar 1,3 GW merupakan yang terbesar dalam 5 tahun terakhir. 
 
“Bauran energi nasional ada kenaikan kurang lebih sekitar 1,1% dengan tambahan sekitar 1,3 GW,” jelas Bahlil.
 
Ketua Komisi XII DPR Ri Bambang Patijaya merespon positif capaian positif sektor energi di sepanjang tahun 2025. Menurutnya, tahun 2025 memiliki arti penting untuk meninjau pelaksanaan kebijakan program Kementerian ESDM, baik dari aspek penerimaan negara, bauran energi, lifting migas maupun akses energi bagi masyarakat. 
 
"Komisi XII DPR RI mencermati secara umum pelaksanaan program Kementerian ESDM RI sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang positif," puji Bambang.
 
Komisi XII DPR RI menilai capaian tersebut tercermin dari peningkatan konsumsi listrik per kapita, optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM, realisasi lifting minyak dan gas bumi yang melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), hingga kebijakan mandatory biodiesel. (RO)
Dipublikasikan: Kamis 22 Januari 2026