Senin, 18 Mei 2026

Detail Berita

Rabu 13 Mei 2026 Berita Terkini

Gatrik Health Talk 3.0: Pentingnya Menerapkan Pola Hidup Sehat dan Menghindari Perlemakan Hati

Ringkasan Berita

Suasana ruang mini seminar Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan tampak berbeda pada Rabu (13/5/2026). Tidak ada pembahasan teknis ketenagalistrikan maupun target pekerjaan yang menjadi fokus utama. Pagi itu, perhatian para pegawai tertuju pada pentingnya menjaga kesehatan di tengah rutinitas kerja.

Suasana ruang mini seminar Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan tampak berbeda pada Rabu (13/5/2026). Tidak ada pembahasan teknis ketenagalistrikan maupun target pekerjaan yang menjadi fokus utama. Pagi itu, perhatian para pegawai tertuju pada pentingnya menjaga kesehatan di tengah rutinitas kerja.

Hari itu, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan kembali menghadirkan ruang edukasi kesehatan bagi pegawai melalui kegiatan Gatrik Health Talk 3.0 bertema “Perut Makin Maju, Hati Makin Berlemak? Yuk Cegah dari Sekarang”. Acara ini menghadirkan dr. Reinaldo Alexander, Sp.PD, FINASIM yang membahas sindrom metabolik dan Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD). Menurutnya, MASLD merupakan istilah baru untuk penyakit perlemakan hati yang berkaitan erat dengan gangguan metabolik seperti diabetes, hipertensi, obesitas, dan kolesterol tinggi.

“Banyak kasus gangguan metabolik berkembang tanpa gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi risiko sejak awal,” terang dr. Reinaldo.

Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik teratur, pola makan seimbang, istirahat cukup, serta pengelolaan stres yang baik.

Kepala Bagian Umum Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Wiwid Mulyadi menegaskan bahwa kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang sangat berharga.

“Kesehatan merupakan investasi yang sangat berharga. Dengan tubuh yang sehat, kita dapat menjalankan aktivitas dengan optimal serta meningkatkan kualitas hidup,” ujarnya di hadapan peserta seminar.

Ia menyoroti bahwa gaya hidup modern tanpa disadari membawa perubahan pada pola hidup masyarakat, mulai dari minimnya aktivitas fisik hingga kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh.

Menurutnya, kondisi perut buncit tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga dapat menjadi tanda adanya penumpukan lemak pada organ hati yang berisiko menimbulkan berbagai penyakit serius.

“Perut yang semakin membesar bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya penumpukan lemak di organ hati yang berisiko menimbulkan berbagai penyakit serius,” ungkapnya.

Seperti diketahui, kondisi fatty liver atau perlemakan hati tidak boleh dianggap sepele karena dapat berkembang menjadi gangguan hati yang lebih serius apabila tidak ditangani sejak dini.

Melalui kegiatan ini, para peserta diajak memahami lebih jauh mengenai fatty liver, mulai dari penyebab dan faktor risiko, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, hingga langkah pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat. Seminar berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Berbagai pertanyaan disampaikan peserta, mulai dari pola makan yang aman bagi pekerja kantoran, pentingnya olahraga di tengah kesibukan kerja, hingga langkah sederhana menjaga kesehatan hati sejak usia muda. (RA)

Dipublikasikan: Rabu 13 Mei 2026