Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kondisi kelistrikan pada sistem Jawa, Madura dan Bali (Jamali) terjaga aman menghadapi pergantian tahun. Untuk itu diperlukan koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh personel dalam menjaga stabilitas sistem, mulai dari pembangkitan, transmisi, hingga distribusi listrik serta upaya antisipatif untuk meminimalkan potensi gangguan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno saat meninjau kesiapan sistem kelistrikan Jamali pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. di kantor PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIPPB) Jamali, Gandul, Depok, Jawa Barat, Minggu (28/12/2025).
"Saya mengingatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, sehingga setiap gangguan yang mungkin terjadi dapat ditangani secara cepat dan tepat," ujarnya.
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero) Edwin Nugraha Putra menyampaikan bahwa PLN telah mengantisipasi potensi lonjakan pengguna kendaraan listrik selama libur Natal dan Tahun Baru. Antisipasi tersebut dilakukan melalui pemetaan serta penambahan unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di ruas jalur mudik Trans Sumatra-Jawa-Bali guna mencegah antrian panjang.
Edwin menjelaskan, kesiapan SPKLU di jalur mudik Trans Sumatra–Jawa–Bali didukung oleh 1.515 unit SPKLU yang tersebar di 865 lokasi, sekitar 5.000 petugas SPKLU yang berjaga selama 24 jam, serta 15 unit SPKLU Mobile.
“Berangkat dari kita menghadapai lebaran tahun lalu kemudian kita menghadapi Natal sekarang, insya Allah kami percaya diri menghadapi tahun baru dan dengan kapasitas tadi (kesiapan SPKLU-red) akan kita bebankan untuk menghadapai hari raya di tahun depan, yang jaraknya dua tiga bulan dari sekarang,” ujar Edwin.
Kementerian ESDM mengapresiasi PT PLN (Persero) atas kesiapsiagaan dan upaya berkelanjutan dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan Jamali. Kementerian ESDM juga mendorong PLN untuk terus mempertahankan kewaspaan, tidak hanya pada periode Nataru, tetapi juga dalam mendukung pemenuhan kebutuhan listrik nasional secara berkelanjutan. (RO)