Kementerian ESDM Pastikan SPKLU di Jawa Barat Siap Layani Pemudik Lebaran 2026
Ringkasan Berita
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) siap melayani pemudik yang melintasi Jawa Barat pada periode Idulfitri 1447 H. Jumlah SPKLU di wilayah Jawa Barat dilaporkan meningkat sekitar 1,4 kali lipat, dari 416 unit pada Lebaran 2025 menjadi 584 unit pada periode Lebaran 2026.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) siap melayani pemudik yang melintasi Jawa Barat pada periode Idulfitri 1447 H. Jumlah SPKLU di wilayah Jawa Barat dilaporkan meningkat sekitar 1,4 kali lipat, dari 416 unit pada Lebaran 2025 menjadi 584 unit pada periode Lebaran 2026.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Senin (16/3/2026) di Bandung Barat, Jawa Barat menyampaikan, jumlah pemudik pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai sekitar 174 hingga 176 juta orang atau hampir sama dengan jumlah pemudik pada tahun sebelumnya.
Untuk itu pemerintah memastikan kesiapan berbagai infrastruktur energi, termasuk SPKLU, agar perjalanan masyarakat berlangsung lancar.
“Tentu harapannya perjalanan mudik masyarakat bisa berjalan lancar di seluruh jalur yang dilalui,” ujar Yuliot.
Ia menambahkan bahwa pemerintah bersama PT PLN (Persero) telah menyiapkan SPKLU di berbagai titik jalur mudik, termasuk peningkatan layanan melalui penggantian beberapa unit dari fast charging menjadi ultra fast charging guna mempercepat proses pengisian kendaraan listrik.
“Kesiapan SPKLU di seluruh rangkaian jalur mudik juga sudah disiapkan sebaik mungkin, termasuk pergantian beberapa unit menjadi ultra fast charging dalam rangka meningkatkan layanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Direktur Operasi Pembangkit Batubara PT PLN Indonesia Power Hanafi Nur Rifai menyampaikan kesiapan PLN dalam mendukung infrastruktur SPKLU secara nasional selama periode mudik Lebaran. Ia menyebut, potensi transaksi pengisian kendaraan listrik di SPKLU selama periode Lebaran 2026 diperkirakan meningkat signifikan seiring bertambahnya populasi kendaraan listrik.
"Jumlah transaksi diproyeksikan meningkat sekitar 3,7 kali lipat, dari 18.607 transaksi pada Lebaran 2025 menjadi sekitar 69.313 transaksi pada Lebaran 2026," ujarnya.
Di sisi lain, General Manager Unit Induk Distribusi Jawa Barat PT PLN (Persero) Sugeng Widodo menyampaikan bahwa selain penambahan jumlah SPKLU, PLN juga memperkuat aksesibilitas pengisian kendaraan listrik di jalur mudik.
Ia menjelaskan bahwa jarak antar SPKLU di Jawa Barat kini semakin rapat untuk memudahkan pengguna kendaraan listrik.
"Jika sebelumnya jarak antar SPKLU sekitar 29 kilometer, pada Lebaran 2026 ini rata-rata jaraknya menjadi sekitar 28 kilometer," ucapnya.
Dengan berbagai langkah kesiapan tersebut, pemerintah optimistis pasokan listrik selama Ramadan dan Idulfitri 2026 dapat terjaga dengan andal sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas maupun perjalanan mudik dengan aman dan nyaman. (AT)