Jumat, 05 Juni 2026

Detail Berita

Kamis 04 Juni 2026 Berita Terkini

Komisi XII DPR RI Apresiasi Upaya Perluasan Akses Listrik

Ringkasan Berita

Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memberikan apresiasi atas berbagai upaya Pemerintah dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat. Hal yang diapresiasi diantaranya Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang telah dan akan terus berjalan. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (4/6/2026).

 
Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memberikan apresiasi atas berbagai upaya Pemerintah dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat. Hal yang diapresiasi diantaranya Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang telah dan akan terus berjalan. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (4/6/2026).
 
Dalam rapat tersebut, Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno menyampaikan perkembangan sektor ketenagalistrikan nasional, mulai dari capaian bauran energi baru terbarukan (EBT), subsidi listrik, hingga program pemerataan akses listrik bagi masyarakat.
 
"Hingga April 2026, kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional telah mencapai 108 GW. Dari jumlah tersebut, sekitar 16,26 GW atau 15 persen berasal dari pembangkit EBT," terangnya.
 
Ia menambahkan bahwa bauran EBT dalam produksi listrik nasional mencapai 17,89 persen, melampaui target tahun 2026 sebesar 16,46 persen.
 
Lebih lanjut Tri Winarno manyampaikan di sisi pemerataan akses listrik, rasio elektrifikasi nasional pada Triwulan I Tahun 2026 telah mencapai 99,83 persen. 
 
"Pemerintah masih mengidentifikasi sekitar 10.068 lokasi yang belum memperoleh akses listrik dan menjadi fokus percepatan pembangunan ketenagalistrikan ke depan," jelasnya.
 
Tri menambahkan, Pemerintah terus mengoptimalkan berbagai program untuk menjangkau daerah yang sulit diakses. Beberapa hal yang dilalukan antara lain pembangunan jaringan distribusi, pengembangan mini grid berbasis energi terbarukan, pembangunan PLTS individual dan komunal. Selain itu, program BPBL dilajutkan bagi rumah tangga yang berada di sekitar jaringan PLN namun belum memiliki sambungan listrik.
 
Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Cheroline Chrisye Makalew menyampaikan apresiasi kepada Ditjen Ketenagalistrikan dan PT PLN (Persero) atas sinergi dan komitmen yang telah ditunjukkan dalam memperluas akses listrik, khususnya di wilayah Papua.
 
"Kami mengapresiasi Ditjen Ketenagalistrikan dan PLN atas sinergi, komitmen, dan kerja keras yang telah diwujudkan sehingga apa yang menjadi usulan kami bisa terealisasi. Salah satu kabupaten di Papua Barat, yaitu Pegunungan Arfak, hari ini listriknya sudah bisa menyala 24 jam, dari sebelumnya hanya 6 jam hingga 12 jam," ujarnya.
 
Selain itu, Cheroline juga mengapresiasi pelaksanaan Program BPBL yang dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, program tersebut perlu terus diperkuat dan disinergikan dengan pembangunan jaringan distribusi listrik agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati akses listrik.
 
Pada kesempatan yang sama, ia turut menyampaikan usulan Program Lisdes dari tiga kabupaten di Provinsi Papua Barat untuk menjadi perhatian Pemerintah dan PLN dalam penyusunan program pembangunan ketenagalistrikan ke depan.
 
Pemerintah terus berkomitmen mempercepat pemerataan akses listrik melalui Program Lisdes dan BPBL yang telah ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, PLN, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati akses listrik yang andal, berkeadilan, dan berkelanjutan. (RA)
Dipublikasikan: Kamis 04 Juni 2026