Peluncuran Electricity Connect 2026, Momentum Transformasi Ketenagalistrikan Nasional
Ringkasan Berita
Penguatan kedaulatan dan ketahanan energi nasional membutuhkan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu, kegiatan Electricity Connect yang akan dilaksanakan oleh Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) diharap menjadi momentum transformasi ketenagalistrikan yang berkelanjutan.
Penguatan kedaulatan dan ketahanan energi nasional membutuhkan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu, kegiatan Electricity Connect yang akan dilaksanakan oleh Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) diharap menjadi momentum transformasi ketenagalistrikan yang berkelanjutan.
Hal ini disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESSM) Wanhar dalam acara Launch & Strategic Gathering Electricity Connect 2026 di Auditorium PT PLN (Persero), Jakarta, Jumat (17/4/26). Wanhar menegaskan, listrik bukan sekadar komoditas. Listrik menjadi fondasi utama pembangunan nasional.
“Tantangan global semakin menegaskan pentingnya memperkuat kemandirian energi dan industrialisasi berbasis hilirisasi sebagai fondasi ketahanan nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah telah menetapkan arah kebijakan ketenagalistrikan yang berfokus pada swasembada energi, ekonomi hijau, serta peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi berbasis energi. Dalam konteks ini, energi baru dan terbarukan (EBT) menjadi kunci untuk membangun sistem energi yang tangguh dan berkelanjutan.
“Melalui keseluruhan strategi ini, sektor ketenagalistrikan diarahkan menjadi tulang punggung transformasi energi nasional,” lanjut Wanhar.
Pemerintah juga menargetkan kapasitas pembangkit nasional mencapai 443 gigawatt pada 2060 dengan bauran EBT sekitar 74 persen. Transformasi ini dilakukan secara bertahap dengan tetap menjaga keandalan sistem serta pemerataan akses listrik di seluruh wilayah Indonesia.
Di tengah tantangan global seperti ketegangan geopolitik dan volatilitas harga energi, penguatan sektor ketenagalistrikan sebagai langkah strategis.
“Kemandirian energi adalah kunci untuk melindungi perekonomian nasional dan meningkatkan daya saing industri,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, Vice Chair Person of Electricity Connect 2026 Noesita Indriani menyampaikan bahwa kawasan ASEAN tengah memasuki fase krusial dengan lonjakan permintaan listrik yang dipicu oleh industrialisasi, urbanisasi, hingga pertumbuhan sektor baru seperti pusat data dan kendaraan listrik.
Melalui Electricity Connect yang terintegrasi dengan Enlit Asia, Indonesia menjadi salah satu pusat kolaborasi energi regional. Forum yang akan diselenggarakan bulan September 2026 nanti akan mempertemukan pemerintah, pelaku industri, dan investor untuk mempercepat pengembangan energi bersih, digitalisasi sistem, serta penguatan jaringan listrik. (RA)