Minggu, 15 Februari 2026

Detail Berita

Kamis 12 Februari 2026 Berita Terkini

Peran Penting Smart Grid dalam Pengembangan Pembangkit EBT

Ringkasan Berita
Smart Grid atau jaringan cerdas memiliki peran penting dalam pengembangan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT). Smart Grid berperan penting dalam menjawab tantangan sistem kelistrikan ke depan, khususnya seiring meningkatnya pemanfaatan EBT seperti tenaga surya dan angin yang bersifat intermittent.
 
Smart Grid atau jaringan cerdas memiliki peran penting dalam pengembangan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT). Smart Grid berperan penting dalam menjawab tantangan sistem kelistrikan ke depan, khususnya seiring meningkatnya pemanfaatan EBT seperti tenaga surya dan angin yang bersifat intermittent.
 
Hal tersebut disampaikan Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andriah Feby Misna dalam Workshop Pemahaman Fundamental dan Penerapan Smart Grid di Jakarta, Kamis (12/02).
 
Ia menjelaskan, integrasi EBT ke dalam sistem kelistrikan membutuhkan pengelolaan yang lebih modern dan adaptif agar pasokan listrik tetap aman, stabil, dan efisien. Melalui smart grid, pemantauan dan pengendalian sistem dapat dilakukan secara lebih optimal berbasis teknologi digital.
 
“Kita berupaya untuk bisa meningkatkan pemanfaatan energi yang ada di Indonesia, khususnya energi-energi bersih. Kita sudah punya target untuk bisa menuju net zero emission tahun 2060 nanti,” terang Feby.
 
Founder dan CEO Energy Academy Indonesia (ECADIN), Desti Alkano, menyampaikan bahwa transformasi sistem energi global kini memasuki fase baru dengan meningkatnya pemanfaatan EBT. Namun, peningkatan tersebut juga menghadirkan tantangan dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan listrik.
 
Ia mencontohkan fenomena negative electricity price yang terjadi di sejumlah negara Eropa, di mana produsen listrik harus membayar kepada konsumen untuk menyerap energi berlebih di jaringan.
 
"Kondisi ini menunjukkan pentingnya pengembangan sistem energi terintegrasi," ujarnya.
 
Pemateri workshop, ECADIN Fellow Partner, Zainal Arifin menjelaskan salah satu manfaat utama smart grid adalah peningkatan efisiensi sistem melalui pemanfaatan sensor dan data secara real-time. Jika jaringan konvensional hanya mengandalkan aliran listrik satu arah dari pembangkit hingga pelanggan, smart grid menghadirkan sistem yang jauh lebih dinamis karena didukung  backbone teknologi informasi dan komunikasi atau ICT (Information and Communication Technology -red)
 
Melalui pemasangan perangkat seperti Advanced Metering Infrastructure (AMI), data konsumsi listrik pelanggan dapat tercatat setiap 15 menit sehingga memungkinkan pengelolaan sistem yang lebih akurat, cepat, dan efisien.
 
Two ways, jadi smart grid itu adalah suatu sistem di power yang punya kemampuan komunikasi di dua arah, berikutnya multi stake holder interaction, jadi kalau dulu sifatnya satu arah dari pembangkit, transmisi, distribusi, retail, sekarang tidak seperti itu,” pungkas Zainal. (RO)
Dipublikasikan: Kamis 12 Februari 2026