Tim Gabungan Tinjau Penyaluran 1.000 Genset untuk Aceh
Ringkasan Berita
Guna memastikan genset bantuan dari Kementerian ESDM berfungsi secara optimal, Tim Gabungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) melakukan peninjauan lapangan ke lokasi pendistribusian bantuan genset di wilayah terdampak banjir di Provinsi Aceh. Peninjauan dipusatkan di Desa Riseh Tunong, Kabupaten Aceh Utara dan Desa Pante Peusangan, Kabupaten Bireuen, Senin (5/1/2026).
Guna memastikan genset bantuan dari Kementerian ESDM berfungsi secara optimal, Tim Gabungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) melakukan peninjauan lapangan ke lokasi pendistribusian bantuan genset di wilayah terdampak banjir di Provinsi Aceh. Peninjauan dipusatkan di Desa Riseh Tunong, Kabupaten Aceh Utara dan Desa Pante Peusangan, Kabupaten Bireuen, Senin (5/1/2026).
Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Eri Nurcahyanto menyampaikan, distribusi 1.000 genset ke Aceh merupakan solusi sementara dalam pemulihan pasokan listrik bagi masyarakat terdampak. Pendistribusian genet terus dimonitor menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
“Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan genset bantuan Kementerian ESDM dapat beroperasi dengan baik sebagai solusi sementara pemulihan listrik. Apabila jaringan PLN telah selesai direcovery, genset akan dialihkan ke lokasi lain yang hingga kini masih belum mendapatkan akses listrik,” ujar Eri.
Eri menambahkan, keberadaan genset sangat membantu masyarakat terdampak bencana sekaligus menjadi dorongan bagi PT PLN (Persero) untuk mempercepat penyelesaian perbaikan jaringan distribusi. Ia juga menyoroti tantangan distribusi bantuan di lapangan akibat kondisi geografis pascabanjir.
“Untuk mencapai lokasi, tim harus menyeberangi sungai besar bekas banjir bandang. Pengiriman genset dilakukan menggunakan rakit, berjalan kaki, hingga sepeda motor. Kondisi di lapangan memang cukup menantang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Eri menjelaskan bahwa genset yang telah digunakan akan disiagakan sebagai cadangan dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Dalam operasionalnya, masyarakat tidak dibebani kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) karena didukung oleh PT Pertamina Patra Niaga.
“BBM untuk operasional genset disediakan oleh Pertamina Patra Niaga, sehingga masyarakat dapat menggunakan listrik seperlunya tanpa perlu memikirkan ketersediaan BBM untuk sementara waktu,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri, menyampaikan bahwa desa-desa terdampak banjir tersebut memiliki tantangan geografis yang cukup berat. Akses menuju lokasi relatif jauh dari pusat kota dan harus melewati kawasan hutan, serta sejumlah infrastruktur vital seperti jembatan yang mengalami kerusakan.
“Kondisi ini menunjukkan pentingnya kehadiran negara melalui kolaborasi PLN, Pertamina, dan Kementerian ESDM. Melistriki rakyat merupakan amanah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar memastikan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk pengoperasian genset di wilayah terdampak berada dalam kondisi aman.
“Pertamina Patra Niaga mendukung penuh penyediaan BBM untuk pengoperasian genset. Berdasarkan perhitungan, pasokan BBM masih mencukupi untuk 7 hingga 8 hari ke depan dan akan terus kami pantau agar listrik tetap menyala hingga solusi permanen dari PLN terealisasi,” jelasnya.
Melalui kunjungan ini, Kementerian ESDM menegaskan komitmen kehadiran negara dalam situasi darurat bencana serta memastikan pemulihan layanan ketenagalistrikan berjalan cepat, terkoordinasi, dan berpihak pada masyarakat terdampak. (AS)