Berita
Update
Kategori
Pemerintah melalui Kementerian ESDM terus mendorong pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia. Pasalnya, SPKLU merupakan peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan baik oleh produsen dalam negeri maupun Badan Usaha. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Ida Nuryatin Finahari pada Focus Group Disscussion (FGD) Upaya untuk Mendorong Pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum yang diselenggarakan secara virtual, Selasa, (6/4/2020).
Pemerintah memutuskan untuk tetap memberikan stimulus sektor ketenagalistrikan kepada masyarakat dan pelaku usaha akibat pandemi covid-19. Stimulus keringanan berupa diskon tarif tenaga listrik, dan pelaksanaan pembebasan biaya beban atau abonemen, serta pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum diperpanjang pada periode triwulan II tahun 2021. Terkait dengan hal tersebut, PT PLN (Persero) telah menyampaikan kesiapannya sehingga stimulus periode Bulan April hingga Juni 2021 sudah tersedia dan bisa dinikmati oleh pelanggan.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Dirjen Gatrik) Rida Mulyana menyampaikan penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) pengelolaan fly ash dan bottom ash (FABA) yang disusun bersama-sama dengan pelaku usaha telah masuk tahap finalisasi. Rida menyampaikan hal tersebut dalam webinar bertajuk Potensi Pemanfatan FABA Sumber Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk Kesejahteraan Masyarakat, Kamis (1/4/2021), yang diselenggarakan oleh Ruang Energi. “SOP pengelolaan FABA ini nantinya dapat dijadikan acuan bagi seluruh kegiatan PLTU dalam mengelola FABA. Dengan demikian FABA akan dikelola dengan baik, sehingga selain aman bagi lingkungan, juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara,” ujar Rida. Penyusunan SOP ini juga merupakan komitmen dari sektor untuk mewujudkan kondisi yang ramah lingkungan.
Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia mengarah ke pembangunan yang berkelanjutan yaitu mengutamakan pemanfaatan sumber energi yang ramah lingkungan. Untuk menjawab tantangan kemajuan sektor energi dan ketenagalistrikan di era digital dan industri 4.0, dibutuhkan kerja sama semua pihak yang didukung dengan pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang tepat dan berkualitas serta adaptif terhadap perubahan teknologi yang cepat.