Kamis, 26 Maret 2026

Detail Berita

Rabu 25 Maret 2026 1 Berita Terkini

Menjaga Nyala Negeri dari Balik Posko Siaga

Ringkasan Berita

Di sebuah ruangan yang tenang di kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta, sejumlah petugas tampak fokus menatap layar demi layar. Angka-angka terus bergerak dinamis, laporan berdatangan, komunikasi lintas instansi berjalan tanpa henti.

 

 

Di sebuah ruangan yang tenang di kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta, sejumlah petugas tampak fokus menatap layar demi layar. Angka-angka terus bergerak dinamis, laporan berdatangan, komunikasi lintas instansi berjalan tanpa henti.

Di balik suasana yang tenang itu, terdapat tanggung jawab besar yang sedang diemban oleh para petugas: memastikan energi tetap tersedia bagi seluruh masyarakat Indonesia, bahkan di momen-momen paling krusial sekalipun.

Posko Nasional Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 yang dibuka oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESSM) Yuliot Tanjung, Kamis (12/03/20206) menjadi pusat kendali penting dalam menjaga pasokan energi nasional selama periode siaga. Di sinilah para petugas, termasuk dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, menjalankan perannya.

Selama periode siaga sekitar 3 minggu, mereka bekerja pada hari-hari yang bagi sebagian orang merupakan waktu berkumpul bersama keluarga.

Geraldo Naftaly (27), salah seorang petugas posko siaga dari Ditjen Ketenagalistrikan menuturkan, tugas ini bukan sekadar piket, namun amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menyadari bahwa konsekuensinya adalah mengorbankan sebagian waktu pribadi.

“Memang ada waktu yang harus dikorbankan, termasuk momen bersama keluarga,” ungkap Geraldo.

Setiap hari, petugas seperti Geraldo berkoordinasi dengan berbagai pihak, untuk memantau kondisi sistem kelistrikan nasional. Sebanyak 24 sistem kelistrikan besar dipantau secara berkala, mulai dari daya mampu pasok hingga beban puncak yang terus berubah mengikuti aktivitas masyarakat.

Data yang dikumpulkan bukan hanya angka semata. Di tangan para petugas posko, informasi tersebut diolah, dirangkum, dan disusun menjadi laporan yang akan menjadi dasar pengambilan keputusan pimpinan. Setiap detail menjadi penting, setiap anomali harus segera direspons. Semua dilakukan demi satu tujuan: menjaga keandalan listrik nasional.

Geraldo mengatakan tugas di posko bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk pengabdian. Di saat orang lain menikmati terang lampu di rumah masing-masing, para petugas ini justru memastikan cahaya itu tetap menyala.

“Kami sudah berkomitmen untuk menjaga sistem kelistrikan nasional dan memastikan sistem kelistrikan tetap andal” ujar Geraldo.

Kisah Geraldo dan puluhan petugas posko siaga menjadi pengingat bahwa di balik kenyamanan yang dirasakan masyarakat, ada kerja keras yang sering kali tak terlihat. Mereka adalah garda terdepan yang menjaga stabilitas energi nasional bekerja dalam senyap, namun berdampak besar bagi negeri.

Dan ketika hari semakin larut, layar-layar itu masih menyala. Sama seperti semangat para petugas yang tak pernah padam. (AT)

 

Dipublikasikan: Rabu 25 Maret 2026