Sabtu, 13 Juni 2026

Detail Berita

Senin 08 Juni 2026 Berita Terkini

Bauran EBT Pembangkit Listrik April 2026 Lampaui Target

Ringkasan Berita

Upaya pemerintah dalam mendorong transisi energi di sektor ketenagalistrikan terus menunjukkan hasil positif. Hingga April 2026, bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) pada pembangkit listrik mencapai 17,89 persen, melampaui target tahun 2026 sebesar 16,46 persen.

Upaya pemerintah dalam mendorong transisi energi di sektor ketenagalistrikan terus menunjukkan hasil positif. Hingga April 2026, bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) pada pembangkit listrik mencapai 17,89 persen, melampaui target tahun 2026 sebesar 16,46 persen.

Capaian tersebut disampaikan Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (4/6/2026).

Tri menjelaskan, kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional saat ini mencapai 108 GW. Dari jumlah tersebut, sekitar 15 persen atau 16,26 GW berasal dari pembangkit berbasis EBT.

"Kondisi ini memberikan harapan porsi EBT berada di jalur yang baik, meski bauran fosil dan keterbatasan pasokan gas masih menjadi isu yang perlu terus dibenahi," ujar Tri.

Menurutnya, kontribusi EBT tersebut berasal dari pembangkit tenaga air, bioenergi, panas bumi, surya, dan angin. Meski demikian, sistem kelistrikan nasional masih didominasi energi fosil sehingga pengembangan energi bersih perlu terus dipercepat guna mendukung target transisi energi nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Ditjen Ketenagalistrikan juga memaparkan sejumlah program prioritas lainnya, antara lain usulan subsidi listrik tahun 2027 sebesar Rp108,43 triliun yang diarahkan semakin tepat sasaran melalui pemanfaatan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), serta percepatan Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk memperluas akses listrik masyarakat.

Pemerintah optimistis pengembangan EBT yang berkelanjutan akan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pencapaian target transisi energi dan pembangunan rendah karbon di Indonesia. (RA)

Dipublikasikan: Senin 08 Juni 2026