Kamis, 18 Juni 2026

Detail Berita

Selasa 26 Mei 2026 Berita Terkini

Ditjen Gatrik Perkuat Pemahaman Integrasi EBT melalui Bedah Buku Renewable Energy Integration to Grid

Ringkasan Berita

Di tengah upaya percepatan transisi energi nasional, integrasi energi baru terbarukan (EBT) ke dalam sistem ketenagalistrikan menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipersiapkan. Karakteristik pembangkit EBT yang bergantung pada kondisi alam menuntut sistem tenaga listrik yang semakin andal, fleksibel, dan adaptif. Untuk memperkaya pemahaman mengenai isu tersebut, Perpustakaan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menyelenggarakan Bedah Buku Renewable Energy Integration to Grid: A Probabilistic Perspective dalam rangkaian Forum Literasi Ketenagalistrikan, Selasa (26/05/2026).

Di tengah upaya percepatan transisi energi nasional, integrasi energi baru terbarukan (EBT) ke dalam sistem ketenagalistrikan menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipersiapkan. Karakteristik pembangkit EBT yang bergantung pada kondisi alam menuntut sistem tenaga listrik yang semakin andal, fleksibel, dan adaptif. Untuk memperkaya pemahaman mengenai isu tersebut, Perpustakaan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menyelenggarakan Bedah Buku Renewable Energy Integration to Grid: A Probabilistic Perspective dalam rangkaian Forum Literasi Ketenagalistrikan, Selasa (26/05/2026).
 
Membuka kegiatan tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Wanhar, menyampaikan bahwa pemanfaatan energi baru terbarukan terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta mencapai target net zero emission.
 
Menurut Wanhar, peningkatan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional juga menghadirkan tantangan teknis dan operasional yang semakin kompleks bagi sistem ketenagalistrikan.
 
“Karakteristik energi terbarukan yang bersifat intermittent dan sangat dipengaruhi kondisi alam menuntut kesiapan sistem jaringan yang lebih fleksibel, cerdas, dan resilien,” ujar Wanhar. 
 
Ia menambahkan bahwa integrasi energi terbarukan ke jaringan listrik memerlukan dukungan teknologi, perencanaan sistem tenaga listrik yang matang, kebijakan dan regulasi yang adaptif, serta pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan yang memadai.
 
Pada kesempatan tersebut, Guru Besar Bidang Sistem Energi Berkelanjutan Fakultas Teknologi Industri ITB Prof. Edi Leksono menjelaskan bahwa buku yang dibedah membahas bagaimana energi terbarukan, khususnya tenaga surya dan tenaga angin, dapat diintegrasikan ke jaringan listrik secara andal, efisien, dan aman meskipun memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi.
 
Menurutnya, pendekatan probabilistik menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pengambilan keputusan pada operasi maupun perencanaan sistem tenaga listrik modern.
 
Prof. Edi menjelaskan bahwa semakin tingginya penetrasi energi terbarukan akan meningkatkan kompleksitas pengelolaan sistem tenaga listrik. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan berbagai teknologi pendukung, seperti smart grid, sistem penyimpanan energi (energy storage system), sistem pemantauan secara real-time, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk menjaga keandalan, keamanan, dan efisiensi sistem kelistrikan.
 
Selain itu, pengelolaan sistem tenaga listrik tidak lagi cukup menggunakan pendekatan deterministik semata, tetapi perlu mempertimbangkan berbagai skenario dan ketidakpastian yang muncul akibat karakteristik energi terbarukan yang dipengaruhi kondisi cuaca.
 
“Semakin tinggi penetrasi energi terbarukan, semakin penting pendekatan probabilistik, optimasi adaptif, dan manajemen risiko untuk menjaga sistem tenaga tetap andal, aman, dan efisien,” jelas Prof. Edi.  
 
Melalui diskusi yang berlangsung interaktif, peserta memperoleh wawasan mengenai tantangan dan peluang integrasi energi terbarukan, mulai dari kesiapan infrastruktur jaringan, pemanfaatan sistem penyimpanan energi, hingga peran teknologi digital dalam mendukung transisi energi nasional.
 
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat literasi di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan guna mendukung terwujudnya sistem ketenagalistrikan yang andal, berkelanjutan, dan rendah karbon. (NH)
Dipublikasikan: Selasa 26 Mei 2026