Dukung Pencapaian Target Lifting Minyak, Ditjen Gatrik Perkuat Keandalan Listrik PHR
Ringkasan Berita
Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memperkuat keandalan sistem ketenagalistrikan guna mendukung kelancaran operasi hulu migas nasional, khususnya di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan interkoneksi grid antara sistem kelistrikan PT PLN (Persero) dan PT PHR serta pengoperasian kembali pembangkit North Duri Cogeneration (NDC)-3.
Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memperkuat keandalan sistem ketenagalistrikan guna mendukung kelancaran operasi hulu migas nasional, khususnya di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan interkoneksi grid antara sistem kelistrikan PT PLN (Persero) dan PT PHR serta pengoperasian kembali pembangkit North Duri Cogeneration (NDC)-3.
Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Eri Nurcahyanto, menegaskan bahwa Ditjen Ketenagalistrikan mendukung penuh penguatan keandalan pasokan listrik pada wilayah operasi PHR sebagai bagian dari dukungan terhadap pencapaian target lifting minyak nasional.
“Melalui percepatan interkoneksi sistem kelistrikan PLN dan PHR, diharapkan sistem kelistrikan menjadi semakin andal, fleksibel, dan mampu mendukung keberlangsungan operasional hulu migas secara optimal,” ujar Eri pada rapat percepatan interkoneksi grid PLN dengan grid PHR di Purwakarta, Jawa Barat, Senin (18/5/2026).
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa dukungan terhadap pencapaian target lifting minyak nasional menjadi prioritas pemerintah, termasuk memastikan keandalan pasokan listrik pada wilayah operasi hulu migas.
“Kita ketahui bersama bahwa arahan Bapak Menteri ESDM terkait pemenuhan pasokan listrik di wilayah kerja PT PHR untuk mendukung tercapainya target lifting 610 Juta Barrels of Oil Per Day (BOPD) menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, seluruh dukungan yang diperlukan untuk menjaga keberlangsungan operasional dan meningkatkan keandalan sistem harus terus diperkuat,” ujar Laode.
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero) Edwin Nugraha Putra menyampaikan bahwa PLN berkomitmen penuh mendukung kebutuhan kelistrikan PHR melalui percepatan pembangunan infrastruktur interkoneksi.
Ia menjelaskan, interkoneksi tahap awal akan dilakukan melalui pemasangan converter tegangan menengah di Dumai dan Rumbai yang ditargetkan mulai beroperasi pada November 2026. Selanjutnya, pembangunan converter tegangan tinggi di Petapahan dan Salam ditargetkan beroperasi pada kuartal III tahun 2027.
“PT PLN menganggap layanan ini merupakan layanan premium yang kami berikan kepada Pertamina Hulu Rokan. Seluruh Direksi PT PLN berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh kebutuhan yang diminta oleh Pertamina Hulu Rokan dapat dipenuhi tepat waktu,” ujar Edwin.
Selain rapat koordinasi, rombongan juga melakukan inspeksi langsung terhadap progres pekerjaan rotor turbin NDC-3 di fasilitas PT Sulzer, Purwakarta. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai target dan mendukung penguatan keandalan sistem kelistrikan.
Pekerjaan tersebut mencakup rotor turbine compressor, sistem kontrol, hingga pengujian ulang komponen utama pembangkit sebagai bagian dari upaya peningkatan performa sistem kelistrikan di wilayah operasi PHR. (JG)