ESDM Goes to Campus di ITB: Cetak SDM Unggul Melalui Sertifikasi Ketenagalistrikan
Ringkasan Berita
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) kembali menyapa mahasiswa dalam program ESDM Goes to Campus di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Kamis (13/11/2025).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) kembali menyapa mahasiswa dalam program ESDM Goes to Campus di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Kamis (13/11/2025).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara Pemerintah dan mahasiwa untuk memperkenalkan arah kebijakan energi nasional, peluang kerja di sektor ketenagalistrikan, serta pentingnya sertifikasi kompetensi bagi tenaga teknik.
Koordinator Kehumasan, Pengelolaan Data, dan Informasi Ditjen Gatrik, Pandu Satria Jati menyampaikan bahwa transformasi energi merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya peningkatan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.
“Ini tentunya menjadi semangat semua Kementerian lembaga untuk bisa mendorong bagaimana masa depan subsektor Ketenagalistrikan ini memberikan peluang kerja, memberikan lapangan kerja bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Pandu menjelaskan bahwa sektor ketenagalistrikan diproyeksikan menyerap lebih dari 1,7 juta tenaga kerja hingga 2034, sebagaimana tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034. Kesempatan ini, menurutnya, harus dimanfaatkan oleh generasi muda.
Disebutkan Pandu, dalam RUPTL PLN 2025–2034 direncanakan pembangunan tambahan pembangkit sebesar 69,5 GW, transmisi sepanjang 47.758 km sirkuit, serta gardu induk berkapasitas 107.950 MVA. Pembangunan tersebut tidak hanya menambah daya, tetapi juga meningkatkan keandalan dan pemerataan listrik hingga ke wilayah terpencil.
“Kebutuhan pembangunan pembangkit transmisi dan gardu induk itu membutuhkan pembiayaan dan investasi yang berkelanjutan dan tentunya berkaitan dengan kebutuhan SDM yang kompetitif dan adaptif,” tambahnya.
Lebih lanjut Pandu menyampaikan tema ESDM Goes to Campus kali ini difokuskan pada membuka peluang kerja melalui sertifikasi kompetensi. Menurutnya, mahasiswa ITB memiliki masa depan cerah karena berada di pusat kebutuhan industri energi, terutama sektor ketenagalistrikan yang sangat mengandalkan tenaga teknik bersertifikat.
“Saat ini peluang di sektor energi kini semakin beragam mulai dari startup energi hingga profesi konten kreator yang dapat berperan membantu sosialisasi isu-isu ketenagalistrikan melalui berbagai kanal media sosial,” jelasnya.
Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, Arwindra Rizqiawan, menyambut baik kegiatan Ditjen Ketenagalistrikan di Kampus ITB.
“STEI ITB sangat terbuka untuk kolaborasi lanjutan dalam kegiatan edukatif dan peningkatan kapasitas SDM ketenagalistrikan. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk memahami arah industri energi ke depan,” ujarnya.
Hadir dalam kesempatan yang sama, Vice President Manajemen Kinerja Human Capital PT PLN (Persero), Fiena Firmawati Rasulia yang menekankan bahwa investasi terbesar dalam transisi energi tidak hanya terletak pada teknologi, tapi juga pada pengembangan manusia.
“Kami terus menyiapkan talenta yang memiliki kompetensi masa depan menguasai teknologi hijau dan siap menghadapi perubahan,” ujarnya.
Kegiatan ini diawali dengan acara sharing session di pagi hari dengan menghadirkan dua orang lulusan ITB yang telah bekerja di Kementerian ESDM untuk berbagi ilmu dan pengalaman khususnya di sub sektor ketenagalistrikan. Melalui forum ini, Kementerian ESDM berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri dalam mencetak SDM ketenagalistrikan yang unggul, kompeten, dan siap berkontribusi dalam transisi menuju energi bersih nasional. (RA)