Kementerian ESDM Diskusikan Integrasi Kendaraan Listrik dan Energi Terbarukan pada Sistem Kelistrikan Indonesia
Ringkasan Berita
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupaya mencapai target transisi energi dengan pengembangan pembangkit listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT). Sementara itu, berkembangnya kendaraan listrik yang mengurangi emisi gas rumah kaca semakin masif. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan membahas integrasi kendaraan listrik dan pembangkit EBT pada sistem kelistrikan melalui Bedah Paper yang diselenggarakan hari Kamis (6/6/2024).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupaya mencapai target transisi energi dengan pengembangan pembangkit listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT). Sementara itu, berkembangnya kendaraan listrik yang mengurangi emisi gas rumah kaca semakin masif. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan membahas integrasi kendaraan listrik dan pembangkit EBT pada sistem kelistrikan melalui Bedah Paper yang diselenggarakan hari Kamis (6/6/2024).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupaya mencapai target transisi energi dengan pengembangan pembangkit listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT). Sementara itu, berkembangnya kendaraan listrik yang mengurangi emisi gas rumah kaca semakin masif. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan membahas integrasi kendaraan listrik dan pembangkit EBT pada sistem kelistrikan melalui Bedah Paper yang diselenggarakan hari Kamis (6/6/2024).
Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Ida Nuryatin Finahari menyampaikan, kendaraan listrik imemiliki peran penting mendukung transisi energi karena banyak dikembangkan hampir di semua negara di seluruh dunia. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan sebagai regulator di bidang teknis ketenagalistrikan, concern terhadap diskusi dan literasi tentang sistem kelistrikan yang di masa depan akan menggunakan EBT dan kendaraan listrik.
“Tema Bedah Paper hari ini relevan dengan upaya pemerintah Indonesia menuju transisi energi. Findings atau temuan dalam paper ini tentunya dapat menambah wawasan kita mengenai manfaat dan dampak integrasi kendaraan listrik dan energi terbarukan pada sistem kelistrikan Indonesia,” jelas Ida.
Ahmad Amiruddin sebagai narasumber sekaligus salah satu penulis paper menyampaikan, Indonesia harus mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan dalam memasuki transisi energi di masa depan.
“Indonesia harus lebih bersiap menghadapi pola disrupsi kedepan di segala bidang, tidak hanya mempersiapkan (transisi energi-red) di pembangkitan saja tapi hingga ke demand-nya, termasuk kendaraan listrik,” ujar Ahmad.
Kandidat PhD dari Monash University ini menjelaskan bahwa perlu dilakukan optimized charging dalam kendaraan listrik, dengan optimized charging ini dapat meningkatkan utilisasi renewable energy, mengurangi emisi dan mengurangi biaya yang dikelurkan.
Dosen Institut Teknologi Sumatera Rishal Asri hadir sebagai penanggap bedah paper ini. Ia mengapresiasi paper yang ditampilkan tersebut karena masih jarang paper yang membahas mengenai kendaraan listrik.
“Sangat menarik, karena untuk membuat paper mengenai kendaraan listrik kita butuh keberanian untuk mengumpulkan data, keberanian untuk membuat sebuah model yang menjadi percontohan dan terobosan,” ujar Rishal.
Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menggelar acara Bedah Paper sebagai bagian dari Forum Literasi Informasi bidang ketenagalistrikan yang secara rutin diselenggarakan oleh Perpustakaan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.
Paper yang dibedah ini merupakan karya tulis Ahmad Amiruddin bersama Profesor Roger Dargaville, Profesor Ariel Liebman dan Dr. Ross Gawler.
“Paper ini secara ringkas membahas mengenai keterkaitan antara kendaraan listrik, penyimpanan energi, dan integrasi energi terbarukan dengan jaringan listrik di Indonesia sebagai studi kasus. Pemodelan dilakukan dengan perangkat lunak PLEXOS yang telah dikenal luas di dunia akademik dan industri energi,” jelas Ida.
Dengan acara bedah paper ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan menambah wawasan terkait pengembangan transisi energi di Indonesia. (U)