Rabu, 17 Desember 2025

Detail Berita

Rabu 18 Desember 2024 Berita Terkini

Kunjungi Pembangkit Terapung Ambon, Menteri ESDM Pastikan Keandalan Listrik Indonesia Timur Jelang Nataru

Ringkasan Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan keandalan pasokan dan suplai listrik di Indonesia Timur berada dalam kondisi aman menjelang periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Terapung Barge Mounted Power Plant (BMPP) Nusantara I Kota Ambon, Maluku, Rabu (18/12/2024).

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan keandalan pasokan dan suplai listrik di Indonesia Timur berada dalam kondisi aman menjelang periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Terapung Barge Mounted Power Plant (BMPP) Nusantara I Kota Ambon, Maluku, Rabu (18/12/2024).

"Saya dapat pastikan dengan kesiapan yang dilakukan oleh teman-teman Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk persiapan Natal dan Tahun Baru, InsyaAllah listrik aman," kata Bahlil.

Lebih lanjut Bahlil menyampaikan bahwa pembangkit Listrik Terapung BMPP Nusantara I memiliki kapasitas terpasang 60 MW dengan menggunakan mesin diesel berbahan bakar minyak (HSD) atau gas sebagai sumber energi utamanya. Keberadaan pembangkit tersebut dapat menjaga stabilitas kondisi kelistrikan kota Ambon.

"(Kapasitas terpasang) ini ada 60 Mega Watt (MW). Jadi kapasitas terpasang sekarang di seluruh Ambon ini sekitar 100 MW. Kita peak-nya di antara 60 MW sampai 70 MW. Jadi cadangannya masih ada sekitar 30 MW," tegasnya.

Bahlil juga menyampaikan agar masyarakat tidak perlu khawatir atas pasokan sumber energi untuk kelistrikan di wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar atau 3T.

"Saya pikir tidak ada yang harus dikhawatirkan. Suplai terhadap bahan bakar, batubara, gas, itu juga cukup untuk kapasitas 17 sampai 18 hari, bahkan ada yang 20 hari. Jadi relatif oke," ungkap Bahlil.

Terkait wilayah 3T yang belum terlistriki, Bahlil meminta kepada PT PLN (Persero) untuk segera memberikan akses kelistrikan di daerah tersebut. Ini sebagai respon cepat pemerintah dalam mewujudkan energi yang adil dan merata di seluruh pelosok Indonesia.

"Bagi saudara-saudara kita yang memang desanya belum ada listrik, saya sudah minta kepada Dirjen Ketenagalistrikan dan Kementerian ESDM untuk segera melakukan program listrik masuk desa, supaya kita bisa bekerja sama dengan PLN. Itu menjadi program dan perintah Presiden Prabowo agar memastikan semua rakyat harus mendapatkan fasilitas listrik," ungkap Bahlil.

Bahlil mengungkapkan terdapat beberapa desa di Maluku yang belum terlistriki selama 24 jam.

"Ada 305 desa yang listriknya itu baru 6 jam dan ada sekitar 200 desa lebih yang listriknya 12 jam. Saya sudah meminta kepada GM (General Manager-red) PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua agar listrik yang 12 jam dijadikan 24 jam dan yang 6 jam itu dijadikan 12 jam. Memang ini bertahap," jelasnya.

Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Adi Lumakso menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada masyakarat jelang nataru khususnya di Indonesia Bagian Timur.

"Kami atas nama PLN berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat secara aman dan andal. Adapun terkait daerah-daerah yang masih belum 24 jam pengoperasiannya, kami sudah melakukan skema perencanaan, yakni sistem hybrid dan lainnya yang disesuaikan dengan potensi sumber energi lokal setempat," ujar Adi.

Seperti diketahui, BMPP Nusantara I dilengkapi dengan sistem kontrol otomatis yang memungkinkan pengaturan operasi pembangkit secara efisien dan andal. Dengan desain terapungnya, pembangkit ini memiliki fleksibilitas tinggi sehingga dapat dipindahkan ke lokasi lain sesuai kebutuhan pasokan listrik.

Dalam hal distribusi daya listrik, BMPP Nusantara I terhubung ke jaringan transmisi lokal di wilayah Ambon yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan industri setempat. Selain itu, pembangkit ini mampu beroperasi dalam durasi panjang dengan stabilitas output daya yang optimal sehingga menjadi solusi strategis dalam menjaga keandalan pasokan listrik di daerah kepulauan seperti Ambon. (U)

 

Dipublikasikan: Rabu 18 Desember 2024