Jumat, 12 Desember 2025

Detail Berita

Rabu 24 September 2025 Berita Terkini

Kunjungi Semarang, KESDM dan DPR RI Pastikan Keandalan dan Standar Lingkungan Hidup Pembangkitan

Ringkasan Berita

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja spesifik ke Semarang, Jawa Tengah (24/09/2025). Kunjungan ini bertujuan meninjau keandalan pasokan listrik sekaligus memastikan penerapan standar lingkungan dalam operasional pembangkit.

 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja spesifik ke Semarang, Jawa Tengah (24/09/2025). Kunjungan ini bertujuan meninjau keandalan pasokan listrik sekaligus memastikan penerapan standar lingkungan dalam operasional pembangkit.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Ida Nuryatin Finahari, menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi XII DPR RI terhadap upaya pemerintah dalam menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan nasional, khususnya melalui pengelolaan pembangkit berbasis batubara yang menjadi penopang utama pasokan listrik. Salah satu contohnya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B yang dinilai berhasil menjaga kinerja operasional sekaligus memenuhi aspek kepatuhan lingkungan.

“PLTU Tanjung Jati B sudah mendapatkan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) emas berturut-turut, yang merupakan penghargaan tertinggi di bidang lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun berbasis batubara, pengelolaannya dilakukan dengan standar yang tinggi sehingga mampu menurunkan emisi gas rumah kaca,” ujar Ida.

Lebih lanjut Ida menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan standar ketat bagi seluruh PLTU dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) dalam hal pembatasan emisi. Pada tahun anggaran 2025, kebijakan pengendalian emisi ini juga mulai diperluas untuk pembangkit berbahan bakar gas.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto menambahkan bahwa pengelolaan pembangkit berbasis batubara tetap penting, namun harus sejalan dengan komitmen penurunan emisi.

“Fosil akan tetap kita kelola, tetapi yang utama adalah menekan emisinya melalui teknologi agar sejalan dengan target Net Zero Emission 2060. Di sisi lain, kita juga harus membangun ekosistem energi terbarukan agar tumbuh seimbang,” tegas Sugeng.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi XII DPR RI juga menekankan pentingnya menjaga keterjangkauan harga listrik bagi masyarakat, mengingat listrik merupakan kebutuhan dasar dan kewajiban negara untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Sementara itu, Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvary memaparkan capaian kinerja PLTU Tanjung Jati B yang dinilai melampaui target.

“Efisiensi pembakaran berhasil ditekan hingga melampaui target sebesar 100,13%. Dengan target 0,4192 kg/ kWh dan realisasinya 0,4186 kg/kWh. Kesiapan pembangkit yang ditunjukkan melalui parameter EAF juga berhasil kami jaga, dan bahkan melampaui target sebesar 108,89% dari target 88,41% realisasinya 96,27%. Jadi ini adalah heroic  effort dari kawan-kawan disini,” ungkap Rizal.

Rizal menyampaikan PLTU Tanjung Jati B juga tercatat enam kali berturut-turut memperoleh PROPER emas dan berbagai penghargaan inovasi lingkungan serta sosial. Penerapan teknologi ramah lingkungan seperti Electrostatic Precipitator (ESP) dan Flue Gas Desulfurization (FGD) memastikan baku mutu emisi sesuai regulasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (AT)

 

Dipublikasikan: Rabu 24 September 2025