Menteri ESDM Jadikan HUT ke-125 Kabupaten Fakfak sebagai Momentum Penyalaan Pertama BPBL
Ringkasan Berita
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Fakfak ke-125 menjadi momentum penting bagi percepatan pemerataan akses listrik di kawasan tersebut. Dalam perayaan HUT Kabupaten Fakfak yang diselenggatarakan Minggu (16/11/2025), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meresmikan penyalaan pertama program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) tahun anggaran 2025 untuk 100 pelanggan di Kabupaten Fakfak.
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Fakfak ke-125 menjadi momentum penting bagi percepatan pemerataan akses listrik di kawasan tersebut. Dalam perayaan HUT Kabupaten Fakfak yang diselenggatarakan Minggu (16/11/2025), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meresmikan penyalaan pertama program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) tahun anggaran 2025 untuk 100 pelanggan di Kabupaten Fakfak.
Menurut Bahlil, biaya pemasangan instalasi dan penyambungan listrik dapat mencapai lebih dari dua juta rupiah. Angka ini sulit dijangkau sebagian warga Fakfak. Karena itu, program BPBL menjadi langkah Pemerintah untuk memastikan akses yang setara, terutama di wilayah dengan rasio elektrifikasi yang masih rendah.
“Rasio elektrifikasi Indonesia sudah 99%, tapi Papua Barat baru 89%. Ini soal keadilan. Warga di sini harus merasakan layanan yang sama,” tegasnya.
Lebih lanjut Bahlil menjelaskan bahwa BPBL 2025 di Fakfak menyasar hampir 500 rumah tangga, khususnya warga yang telah berada di jaringan listrik PLN tetapi tidak mampu membayar biaya pasang baru.
“Ada warga yang jaringannya sudah ada, tapi tidak bisa pasang karena tidak mampu. Pemerintah hadir mengatasi itu. BPBL ini tidak dipungut biaya,” ujar Menteri Bahlil saat menyapa para penerima manfaat.
Di sela acara, Bahlil menceritakan sekilas pengalamannya masa mudanya sebagai kernet angkot di Fakfak. Ia tau persis bagaimana hidup di Fakfak ketika listrik tidak stabil.
"Saya tidak ingin anak-anak sekarang tumbuh dalam situasi seperti itu. Karena itu BPBL ini penting,” ucapnya.
Bahlil menekankan bahwa akses listrik bukan kemewahan, tetapi kebutuhan dasar yang menentukan masa depan generasi berikutnya.
“Target kami, 2027 seluruh kampung di Fakfak harus terang. Tidak boleh lagi ada generasi yang tumbuh dalam kondisi listrik tidak stabil seperti dulu,” ujarnya.
Dengan hadirnya BPBL, warga tidak hanya mendapatkan penerangan, tetapi juga kesempatan bagi anak-anak untuk belajar lebih baik serta membuka peluang usaha dan aktivitas produktif lain yang sebelumnya terhambat. Penyalaan listrik di Kabupaten Fakfak ini bukan sekadar hadirnya terang, tetapi simbol perubahan. (RA)