Pemulihan Kelistrikan di Aceh, Sumut, dan Sumbar Terus Meningkat per 7 Desember 2025
Ringkasan Berita
Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan perkembangan terbaru upaya pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak banjir dan tanah longsor. Berdasarkan pembaruan data per 7 Desember 2025, pemulihan di sejumlah wilayah terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan perkembangan terbaru upaya pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak banjir dan tanah longsor. Berdasarkan pembaruan data per 7 Desember 2025, pemulihan di sejumlah wilayah terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan dampak terbesar. Total 323 penyulang atau saluran utama terdampak bencana, dan 197 penyulang (61%) telah kembali menyala. Dari 14.916 gardu distribusi yang padam, 10.837 gardu (73%) telah beroperasi kembali. Beban listrik terdampak sebesar 374,1 MW kini telah pulih sebanyak 254,22 MW (68%). Sementara itu, dari 1.519.999 pelanggan yang terdampak, 1.061.106 pelanggan (70%) telah menerima aliran listrik kembali.
Tiga wilayah yang tingkat pemulihannya masih rendah adalah Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Aceh Tengah. Untuk mempercepat layanan penting, PLN telah mengirimkan genset ke Takengon (Aceh Tengah), Aceh Tamiang, dan Bener Meriah, dengan prioritas untuk rumah sakit dan PDAM.
Pembangunan infrastruktur darurat juga terus dilakukan. Progres tower emergency SUTT Bireun–Arun mencapai 89%, begitu pula SUTT Bireun–Peusangan telah mencapai 89%. Pekerjaan dilakukan dalam kondisi menantang karena pemasangan kabel melintasi sungai, akses material yang sulit, serta hujan deras yang beberapa kali menghentikan pekerjaan demi memastikan keselamatan petugas.
Pemulihan kelistrikan di Sumatera Utara terus mengalami peningkatan dan mendekati tuntas. Seluruh 103 penyulang yang terdampak telah kembali menyala (100%). Dari 4.537 gardu distribusi, sebanyak 4.517 gardu (99,6%) telah pulih. Beban terdampak sebesar 264,13 MW kini telah menyala sebanyak 263,24 MW (99,7%). Dari 544.048 pelanggan, sebanyak 541.837 pelanggan (99,6%) telah kembali mendapatkan suplai listrik.
Masih terdapat dua lokasi yang belum pulih sepenuhnya, yaitu Desa Sorkam di Kecamatan Sorkam dan Desa Sipange di Kecamatan Tukka, masing-masing karena empat dan enam belas gardu distribusi yang masih padam. Akses yang belum sepenuhnya aman menjadi salah satu kendala percepatan pemulihan di kedua lokasi tersebut.
Sementara itu, pemulihan di Provinsi Sumatera Barat telah mencapai tahap akhir. Seluruh 74 penyulang, 2.302 gardu distribusi, beban sebesar 42 MW, dan 270.148 pelanggan telah kembali menyala 100 persen. Dengan capaian ini, sistem kelistrikan di Sumatera Barat telah kembali normal sepenuhnya.
Di semua wilayah terdampak, proses pembangunan tower emergency dan pemulihan jaringan terus dilakukan selama 24 jam untuk memastikan percepatan penyalaan listrik bagi masyarakat.
Ditjen Gatrik bersama PLN akan terus melakukan pemantauan, dan percepatan pemulihan kelistrikan dengan tetap mengutamakan keselamatan. Pembaruan penormalan sistem kelistrikan akan terus disampaikan sesuai perkembangan kondisi di lapangan. (RA)