Pemulihan Listrik di Aceh, Sumut, dan Sumbar Status 15 Desember 2025
Ringkasan Berita
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) terus mengawal pemulihan pasokan listrik di wilayah Sumatera yang terdampak banjir dan longsor. Hingga Senin malam (15/12/2025), progres pemulihan menunjukkan tren positif dengan mayoritas pelanggan kembali menikmati pasokan listrik.
Secara nasional, dari total 1.789.566 pelanggan terdampak, sebanyak 1.591.271 pelanggan atau sekitar 89 persen telah kembali menyala. Sementara itu, 198.296 pelanggan lainnya masih dalam proses pemulihan seiring tantangan di lokasi terdampak dan cuaca ekstrem di sejumlah lokasi.
Di Provinsi Aceh, dari 970.954 pelanggan terdampak, sebanyak 774.401 pelanggan atau sekitar 80 persen telah kembali menikmati listrik. Pemulihan listrik desa juga menunjukkan perkembangan signifikan, dengan 5.961 desa atau 91,71 persen dari total 6.500 desa telah siap menyala. Adapun desa yang belum pulih berada di wilayah Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues yang terdampak longsor dan banjir cukup parah.
Sementara itu, pemulihan kelistrikan di Provinsi Sumatera Utara hampir tuntas. Dari 554.048 pelanggan terdampak, sebanyak 543.346 pelanggan atau 99,87 persen telah kembali menyala. Meski sempat pulih 100 persen, hujan berintensitas tinggi menyebabkan longsor susulan dan terputusnya akses jalan di beberapa lokasi. Saat ini, masih terdapat pemadaman terbatas di tiga kabupaten, yakni Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan.
Di Provinsi Sumatera Barat, pemulihan mencapai 99,7 persen. Dari 274.564 pelanggan terdampak, sebanyak 273.804 pelanggan telah kembali menikmati listrik. Namun, banjir bandang susulan di sejumlah titik menyebabkan sebagian kecil pelanggan kembali mengalami pemadaman. Pemulihan terus diupayakan setelah akses jalan tersedia dan kondisi lapangan dinyatakan aman.
Selain pemulihan distribusi, pemerintah juga mempercepat pemulihan sistem transmisi Brandan–Langsa yang menghubungkan sistem kelistrikan Aceh dan Sumatera Utara. Hingga saat ini, progres pembangunan dan perbaikan transmisi tersebut telah mencapai 89,6 persen, dengan penguatan pada tiga tower darurat yang terus dilakukan.
Selain pemulihan distribusi, pemerintah juga mempercepat pemulihan sistem transmisi Brandan–Langsa yang menjadi penghubung Aceh dengan sistem Sumatera Utara. Hingga saat ini, progres pembangunan dan perbaikan transmisi telah mencapai 89,6 persen. Tiga tower darurat terus dilakukan perkuatan.
Untuk memperkuat pasokan listrik di Banda Aceh, pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas total 50 MW juga terus berjalan. Sebagian unit telah berhasil sinkron, sementara unit lainnya ditargetkan beroperasi penuh secara bertahap hingga Januari 2026.
Tim Posko Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan saat ini berada langsung di daerah terdampak seperti Aceh, Medan, dan Padang untuk memantau perkembangan pemulihan kelistrikan di lapangan. Laporan progres disampaikan secara berkala sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan listrik kembali pulih secara aman, andal, dan merata bagi seluruh masyarakat terdampak. (RA)