Pemulihan Listrik di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Status 16 Desember 2025
Ringkasan Berita
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terus mengawal dan mempercepat pemulihan pasokan listrik di wilayah Sumatera pascabencana banjir dan longsor yang sempat mengganggu kelistrikan di sejumlah daerah. Hingga Selasa malam (16/12/2025), tercatat sebanyak 1.618.529 pelanggan atau sekitar 90 persen dari total 1.789.566 pelanggan terdampak secara nasional telah kembali siap menyala, sementara 171.037 pelanggan lainnya masih dalam proses pemulihan.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terus mengawal dan mempercepat pemulihan pasokan listrik di wilayah Sumatera pascabencana banjir dan longsor yang sempat mengganggu kelistrikan di sejumlah daerah. Hingga Selasa malam (16/12/2025), tercatat sebanyak 1.618.529 pelanggan atau sekitar 90 persen dari total 1.789.566 pelanggan terdampak secara nasional telah kembali siap menyala, sementara 171.037 pelanggan lainnya masih dalam proses pemulihan.
Di Provinsi Aceh, pemulihan kelistrikan terus menunjukkan progres signifikan. Dari total 970.954 pelanggan terdampak, sebanyak 801.379 pelanggan atau 83 persen telah siap menyala. Pemulihan listrik desa juga terus berjalan, dengan 5.974 desa atau 91,91 persen dari total 6.500 desa telah kembali menikmati aliran listrik. Saat ini masih terdapat 526 desa yang belum pulih sepenuhnya, terutama di wilayah Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues, yang terkendala kondisi medan berat serta cuaca ekstrem.
Sementara itu, di Sumatera Utara, pemulihan kelistrikan telah mencapai 99,87 persen, dengan 543.346 pelanggan kembali menyala dari total 554.048 pelanggan terdampak. Meski sempat pulih sepenuhnya, hujan dengan intensitas tinggi dan longsor susulan menyebabkan beberapa desa kembali mengalami gangguan, khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan. Petugas terus melakukan penanganan dengan mengutamakan keselamatan di lapangan.
Kondisi serupa terjadi di Sumatera Barat, di mana 99,9 persen pelanggan telah kembali menyala. Saat ini masih terdapat dua jorong/dusun yang terdampak banjir susulan, yakni Jorong Lambeh dan Jorong Labuah. Pemulihan akan segera dilakukan setelah akses jalan terbuka dan kondisi lokasi dinyatakan aman.
Dari sisi sistem, pemulihan Saluran Transmisi 150 kV Brandan–Langsa yang menghubungkan Subsistem Aceh dengan Sistem Sumatera Utara telah mencapai 92 persen. Tiga tower darurat telah dibangun, dengan dua tower selesai 100 persen dan satu tower mencapai progres 85 persen. Sementara itu, penarikan kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) telah mencapai 50 persen.
Untuk memperkuat pasokan listrik di Banda Aceh, pemerintah bersama PT PLN (Persero) juga mempercepat pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) tambahan dengan total kapasitas 50 MW. PLTD Lueng Bata telah berhasil menyinkronkan 5 MW tahap pertama, sementara tahap kedua ditargetkan selesai pada 16 Desember 2025. PLTD Krueng Raya ditargetkan beroperasi pada 23 Desember 2025, disusul PLTD Ulee Kareng pada Januari 2026.
Guna memastikan pemulihan berjalan optimal, Tim Posko Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan saat ini berada langsung di Aceh, Medan, dan Padang, melakukan pemantauan intensif serta menyampaikan laporan secara berkala.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pemulihan kelistrikan dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat, hingga seluruh wilayah terdampak kembali menikmati layanan listrik secara normal. (RA)