Jumat, 12 Desember 2025

Detail Berita

Selasa 21 Januari 2025 Berita Terkini

Peresmian Proyek Strategis Ketenagalistrikan oleh Presiden, Menteri ESDM Laporkan Upaya Pencapaian Kedaulatan Energi

Ringkasan Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mendorong memanfatkan gas alam sebagai masa transisi menuju energi bersih. Dalam proses pembangunan pembangkit EBT, terdapat masa transisi yang akan diisi oleh pembangkit berbasis gas. Selain itu, Bahlil juga menegaskan perlunya segera melistriki sekitar 1,3 juta rumah tangga yang belum menerima listrik 24 jam. Hal tersebut Ia sampaikan saat melaporkan proyek-proyek kelistrikan strategis yang siap diresmikan oleh Presiden Prabowo, Senin (20/1/2025) di Sumedang, Jawa Barat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mendorong memanfatkan gas alam sebagai masa transisi menuju energi bersih. Dalam proses pembangunan pembangkit EBT, terdapat masa transisi yang akan diisi oleh pembangkit berbasis gas. Selain itu, Bahlil juga menegaskan perlunya segera melistriki sekitar 1,3 juta rumah tangga yang belum menerima listrik 24 jam. Hal tersebut Ia sampaikan saat melaporkan proyek-proyek kelistrikan strategis yang siap diresmikan oleh Presiden Prabowo, Senin (20/1/2025) di Sumedang, Jawa Barat.

“Agar tidak terjadinya defisit terhadap konsumsi kita dalam perencanaan kami ke depan seluruh konsesi-konsesi gas yang ada di Indonesia kami akan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri khususnya energi dan bahan baku hilirisasi,” terang Bahlil.

Bahlil memaparkan orientasi saat ini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri, sehingga jika di dalam negeri kondisi belum mencukupi sesuai arahan Bapak Presiden maka belum diizinkan untuk dilakukan ekspor.

Menteri ESDM dalam laporannya juga menyampaikan bahwa dalam rangka menerjemahkan dan menjalankan apa yang diperintahkan Presiden untuk kedaulatan energi, saat  ini masih ada masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik dari PLN. Sebagian besar masih menggunakan listrik swadaya itu pun sedikit dan menggunakan BBM yang harganya mahal.

“Terdapat 340 kecamatan, yang belum kita kasih listrik sekitar 6.700 dusun, dengan perkiraan 1,3 juta rumah tangga yang perlu diberikan akses listrik,” tegas Bahlil.

Menurut Bahlil Pemerintah perlu hadir dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp48 trilliun selama 5 (lima) tahun untuk dapat menerangi dusun-dusun, desa-desa, dan kecamatan. Dirinya yakin atas arahan dan persetujuan Presiden kemandirian energi untuk menerangi seluruh wilayah Nusantara dari Aceh sampai Papua dapat diwujudkan.

Bahlil juga menjelaskan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) kedepan telah disusun dengan menambah pengembangan pembangkit sebesar 71 GW atau 71.000 MW dengan jaringan kurang lebih 48.000 kms. Dengan kekayaan sumber daya alam yang dapat mendukung pembangkit listrik tenaga matahari, air, angin maupun yang lain, namun menurutnya jaringan yang sudah ada tidak didesain untuk menjemput tempat-tempat dimana kita membangun energi baru terbarukan.

“Karena itu kita mendorong untuk membangun jaringan ke depan, kurang lebih sekitar 8 ribu km,” jelas Bahlil.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo pada sesi pemaparan Walking Gallery menjelaskan terdapat 26 pembangkit yang diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Pembangkit tersebut memiliki total kapasitas mencapai 3,2 Giga Watt (GW) atau 3.200 MW, dimana 89% dari 3,2 Giga Watt adalah energi bersih yang terdiri dari gas dan energi baru terbarukan.

"Ini adalah porsi yang sangat besar berbasis pada energi bersih menjadi bagian transisi energi," papar Darmawan.

Peresmian 37 proyek strategis ketenagalistrikan di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede, Sumedang, Jawa Barat juga dihadiri  oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (RO)

Dipublikasikan: Selasa 21 Januari 2025