Peringatan Hari Bumi PLN, Pemerintah Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik Ramah Lingkungan
Ringkasan Berita
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jisman Hutajulu menekankan pentingnya strategi percepatan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) yang ramah lingkungan sebagai pengganti kendaraan konvensional. Pasalnya, sektor transportasi yang masih berbasis bahan bakar minyak (BBM) menyumbang porsi signifikan dari emisi karbon di Indonesia.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jisman Hutajulu menekankan pentingnya strategi percepatan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) yang ramah lingkungan sebagai pengganti kendaraan konvensional. Pasalnya, sektor transportasi yang masih berbasis bahan bakar minyak (BBM) menyumbang porsi signifikan dari emisi karbon di Indonesia.
"Pada tahun 2060, diperkirakan sektor transportasi menyumbang hampir dua puluh persen dari emisi karbon di Indonesia," ungkap Jisman dalam acara peringatan Hari Bumi PLN 2024 di Jakarta, Rabu (8/5/2024).
Jisman menjelaskan bahwa untuk mempercepat implementasi penggunaan EV, Kementerian ESDM telah menyusun Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2023 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Kontribusi Kementerian ESDM dari sisi infrastruktur pengisian daya EV.
Lebih lanjut Jisman memaparkan bahwa dalam Peraturan ini diatur ketentuan spesifikasi, model bisnis, perizinan berusaha, keselamatan, insentif dan juga tarif untuk Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).
"Upaya ini merupakan kepedulian pemerintah terhadap lingkungan khususnya dari sektor energi listrik dengan pemanfaatan sumber daya energi baru terbarukan yang ramah lingkungan dan pengurangan penggunaan energi fosil," ucap Jisman.
Peringatan Hari Bumi menurut Jisman penting untuk menahan paling tidak terjadinya global warming. Selain percepatan kendaraan listrik, banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kenaikan suhu bumi dintaranya percepatan pembangkit listrik dari energi bersih.
Senada dengan Jisman, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menyampaikan pendidihan global menjadi tantangan masa depan. Makhluk hidup terancam karena terjadinya kenaikan suhu bumi dan pola perubahan iklim.
"Kita bangga we take the leadership dalam memerangi perubahan iklim ini, kita ambil kepemimpinan dunia untuk melawan gas rumah kaca," ujar Darmawan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Laksmi Dhewanthi menyampaikan bahwa selain berupaya mengurangi sumber-sumber emisi, pada saat yang bersamaan kita juga harus beradaptasi terhadap perubahan iklim. Adaptasi dan mitigasi merupakan dua pilar utama yang harus dilakukan.
Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Republik Indonesia dan PT PLN (Persero). Nota kesepahaman tersebut terkait kerja sama pertukaran data dan informasi tata kelola satu data pengendalian perubahan iklim subsektor pembangkit tenaga listrik. (RO)