Program BPBL hadir di Jember, 4.453 Rumah Tangga Tidak Mampu Terlistriki
Ringkasan Berita
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bersinergi dengan Komisi VII DPR RI dalam Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), melistriki 4.453 rumah tangga di Kabupaten Jember yang tersebar di 29 kecamatan. Penerima BPBL di Kecamatan Wuluhan sebanyak 134 sambungan rumah tangga yang tersebar di 6 kecamatan, yang saat ini semua telah tersambung semua atau selesai 100%. Program ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Tahun Anggaran 2023.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bersinergi dengan Komisi VII DPR RI dalam Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), melistriki 4.453 rumah tangga di Kabupaten Jember yang tersebar di 29 kecamatan. Penerima BPBL di Kecamatan Wuluhan sebanyak 134 sambungan rumah tangga yang tersebar di 6 kecamatan, yang saat ini semua telah tersambung semua atau selesai 100%. Program ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Tahun Anggaran 2023.
Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Usaha Penunjang Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Didit Waskito pada Penyalaan Pertama Program BPBL di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Rabu (9/12/2023). Didit mengatakan, bahwa penerima BPBL di Provinsi Jawa Timur mendapat alokasi sebesar 20.250 rumah tangga di tahun 2023 ini.
“Selain meningkatkan rasio elektrifikasi, program BPBL juga diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan kemandirian masyarakat. Dengan memiliki akses listrik sendiri, masyarakat penerima manfaat BPBL diharapkan tidak lagi tergantung penyediaan listrik dari tetangga,” jelas Didit.
Lebih lanjut Didit menyampaikan bahwa melalui Program BPBL diharapkan dapat mengurangi susut jaringan dari penarikan-penarikan sambungan dari tetangga yang tidak sesuai dengan ketentuan. Sambungan listrik yang tidak sesuai dengan kaidah keselamatan ketenagalistrikan tentu sangat berbahaya.
Hadir dikesempatan yang sama Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Bambang Haryadi. Ia menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan dari Kementerian ESDM RI, khususnya Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan dan juga PT PLN, yang telah menyelenggarakan Program Bantuan Pasang Baru Listrik bagi masyarakat di Kabupaten Jember.
"Kita bersyukur dengan adanya Program ini bisa membantu masyarakat, ternyata masih ada masyarakat yang rumahnya belum teraliri listrik. Asas keadilan yang kita inginkan, karena banyak sodara-sodara kita yang belum mendapatkan listrik, masih banyak yang nyalur listrik ke tetangganya dan itu sangat berbahaya," terang Bambang.
Vice President Sektor Swasta dan Bisnis Individu PT PLN (Persero), Fauzi Arubusman, menyampaikan bahwa PLN berkomitmen penuh dalam pemerataan akses dan percepatan penyediaan tenaga listrik bagi seluruh lapisan masyarakat, sesuai Instruksi Presiden nomor 4 tahun 2022 tentang Percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dengan mandat menyiapkan ketersediaan dan ketercukupan energi dan elektrifikasi bagi keluarga miskin ekstrem.
"Semoga dengan pelaksanaan Program BPBL 2023 dapat membantu menurunkan angka kemiskinan ekstrim dan PLN dapat terus menghadirkan kemudahan akses fasilitas dan layanan kelistrikan bagi masyarakat," ungkap Fauzi.
Ngantirah (85 tahun) dan Sarinten (75 tahun) adalah sebagian penerima manfaat program BPBL di Desa Glundengan Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.
“Seneng dapat (bantuan pasang-red) listrik Gratis, udah lama pengen pasang, hanya tidak punya uang, hidup dirumah juga sendiri, hanya buat penerangan aja,” ungkap Ngantirah.
“Sebelumnya nyalur dari tetangga, perbulan bayar 25 ribu, sekarang Alhamdulillah dapat bantuan,” tutur Sarinten.
Mbah Ngantirah dan Mbah Sarinten menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah dan mengaku bahagia, karena terdaftar menjadi penerima program BPBL tahun 2023. (RA)