Program Pasang Listrik Gratis Terangi Rumah Ruslam, Hadirkan Senyum di Musi Banyuasin
Ringkasan Berita
Malam perlahan turun di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Di balik hamparan perkebunan yang hijau dan deretan rumah papan, suara jangkrik bersahutan, mengisi senyapnya suasana desa.
Malam perlahan turun di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Di balik hamparan perkebunan yang hijau dan deretan rumah papan, suara jangkrik bersahutan, mengisi senyapnya suasana desa.Di salah satu sudut desa itu, Ruslam (52) duduk di teras rumah papan sederhananya. Senyum lebar tak mampu ia sembunyikan. Di balik wajah yang lelah oleh kerja keras seharian di ladang, terpancarlah kebahagiaan yang sulit digambarkan: rumahnya kini telah dialiri listrik.
Selama bertahun-tahun, Ruslam dan keluarganya hidup dalam keterbatasan cahaya. Saat malam tiba, mereka hanya mengandalkan genset kecil yang harus diberi bahan bakar setiap beberapa jam.
“Sebelumnya saya pakai genset. Untuk enam jam harus satu liter bensin. Jadi jam sepuluh malam sudah gelap lagi,” kenang Ruslam.
Setiap malam, anak-anaknya belajar dengan penerangan seadanya. Sementara istrinya, yang biasa menjahit pakaian warga sekitar untuk menambah penghasilan, sering kali harus menghentikan pekerjaannya karena bahan bakar genset sudah habis. Dalam keterbatasan itu, Ruslam hanya bisa berharap suatu hari cahaya akan benar-benar menjadi miliknya.
Harapan itu akhirnya terwujud melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), sebuah inisiatif pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menghadirkan akses listrik bagi masyarakat tidak mampu di seluruh Indonesia, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
“Alhamdulillah, sekarang rumah kami terang tanpa harus mikir beli bensin tiap malam. Anak-anak bisa belajar sampai malam, istri bisa menjahit tanpa terburu-buru, dan saya bisa istirahat dengan tenang,” ucap Ruslam. Matanya berkaca-kaca menahan haru.
Momen paling berkesan terjadi ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, hadir langsung ke rumahnya, Kamis (16/10/202) dan menyalakan kWh meter di rumahnya. Seketika, lampu di ruang tamu menyala terang. Sorak gembira warga pun pecah.
Bagi Ruslam, listrik yang dinnyalakan itu bukan sekadar penerangan, melainkan tanda dimulainya babak baru dalam hidupnya.
Program BPBL menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan energi di seluruh penjuru negeri. Melalui program ini, ribuan keluarga pra-sejahtera kini dapat menikmati akses listrik secara gratis tanpa terbebani biaya pemasangan.
Melalui program BPBL tahun 2025 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, ditargetkan 215.000 rumah tangga di 36 Provinsi di Indonesia akan mendapatkan sambungan listrik gratis.
Kini, setiap kali malam tiba di Bandar Jaya, rumah-rumah yang dulunya gelap gulita mulai memancarkan cahaya. Anak-anak dapat belajar tanpa takut gelap, dan para ibu dapat menyiapkan makanan di dapur dengan terang. Kehadiran listrik telah mengubah hidup warga Bandar Jaya. Bukan hanya memberi terang di malam hari, tapi juga menyalakan harapan akan masa depan yang lebih cerah. (MN)