Rabu, 17 Desember 2025

Detail Berita

Kamis 19 September 2024 Berita Terkini

Sertifikasi Kompetensi Ketenagalistrikan untuk Sekolah Vokasi Didorong untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

Ringkasan Berita
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan terus mendorong dan meningkatkan tenaga teknik bersertifikasi kompetensi jalur vokasional guna mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan. Sertifikasi kompetensi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa hingga mahasiswa pada pendidikan vokasi.
 
 
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan terus mendorong dan meningkatkan tenaga teknik bersertifikasi kompetensi jalur vokasional guna mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan. Sertifikasi kompetensi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa hingga mahasiswa pada pendidikan vokasi. 
 
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Ida Nuryatin Finahari saat membuka Forum Literasi Ketenagalistrikan, Ngopi@Perpusgatrik sharing session dengan tema “Penyiapan Tenaga Teknik Bersertifikat dari Sekolah dan Perguruan Tinggi melalui Jalur Vokasional” secara daring, di Jakarta (19/09/2024).
 
“Sertifikasi ini penting untuk menjadi bekal bagi siswa maupun mahasiswa untuk mencari kerja sesuai keilmuan.” ungkap Ida.
 
Ida juga menambahkan bahwa Sertifikat Kompetensi diperlukan untuk menunjukkan bahwa seseorang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan standar yang diperlukan sesuai dengan Pasal 48 Ayat (1) Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2021 tentang Klasifikasi, Kualifikasi, Akreditasi dan Sertifikasi Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik.
 
Dalam sharing session kali ini, perpstakaan Ditjen Ketenagalistrikan menghadirkan narasumber Subkoordinator Standard Kompetensi Tenaga Teknik Mokh Kandari sebagai narasumber. Turut hadir sebagai narasumber penanggap Ketua Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Ambon Lory Marcus Parera dan Dosen Jurusan Teknik Elektro Universitas Halu Oleo Hasmina Tari Mokui.
 
Pada sesi paparan Kandari menjelaskan bahwa listrik selain bermanfaat ternyata juga memiliki potensi risiko yang sangat tinggi serta berdampak secara sistemik. Artinya kegagalan sistem berakibat kerugian pada sektor-sektor yang lain. Pada undang-undang ketenagalistrikan disebutkan setiap usaha ketengalistrikan wajib memenuhi ketentuan keselamatan ketenagalistrikan (K2). Artinya setiap tenaga teknik dalam usaha ketenagalistrikan wajin memiliki sertifikat kompetensi. Untuk itu program sertifikasi sekolah vokasi diselenggarakan Ditjen Ketenagalistrikan sejak tahun 2023 lalu secara gratis.
 
“Program sertifikasi kompetensi vokasional khusus dapat diikuti oleh pelajar yang masih terdaftar pada sekolah atau perguruan tinggi dan merupakan calon tenaga teknik yang berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan atau Sekolah Vokasi dan Perguruan Tinggi dan/atau Perguruan tinggi Vokasi dengan biaya sertifikasi tidak dibebankan kepada peserta uji kompetensi alias gratis,” papar Kandari.
 
Ketua Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Ambon Lory Marcus Parera berharap program sertifikasi kompetensi vokasional khusus untuk kedepan kuotanya dapat ditambah khususnya di daerah Indonesia Timur. Ia mengatakan selain peminatnya banyak, dengan adanya sertikat kompetensi yang dikeluarkan dari Ditjen Ketenagalistikan ini sangat membantu para mahasiswa.
 
“Sejalan pertumbuhan industri yang tinggi di kawasan Indonesia Timur saat ini, dengan adanya program setifikasi ini sangat membantu mahasiswa ketika akan masuk ke dunia industri,” jelas Lory.
 
Dosen Jurusan Teknik Elektro Universitas Halu Oleo Hasmina Tari Mokui menyampaikan, kegiatan uji sertifikasi kompetensi melalui jalur vokasi ini sangat membantu. Ia berpendapat tantangan di dunia pendidikan diharuskan menghasilkan alumni dengan portofoilio atau surat pendamping ijasah supaya mudah mendapat pekerjaan.
 
“Selain mahasiswa sangat terbantu dengan program, untuk sisi lembaga pendidikan juga berdampak positif dimana ketika mahasiswa mendapatkan sertifikat kompetensi pada dasarnya mereka juga menaikan akreditasi program studi” ujarnya.
 
Dalam sesi penutup Kandari menegaskan bahwa pembangunan SDM menjadi sangat penting sebagai kunci keberhasilan dari pembangunan nasional yang berkelanjutan dimana tidak lepas dari kolaborasi peran berbagai pihak mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan lembaga sertifikasi untuk membantu meningkatkan kompetensi SDM yang berdaya saing khususnya di Ketengalistrikan. (JG)
Dipublikasikan: Kamis 19 September 2024