Senin, 16 Februari 2026

Detail Berita

Kamis 08 Januari 2026 1 Berita Terkini

Paparkan Capaian Kinerja 2025, Menteri ESDM: Kapasitas Terpasang dan Konsumsi Listrik Meningkat

Ringkasan Berita

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kinerja positif subsektor ketenagalistrikan sepanjang tahun 2025. Hal itu ditandai dengan meningkatnya kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional serta pertumbuhan konsumsi listrik per kapita. Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pada Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kinerja positif subsektor ketenagalistrikan sepanjang tahun 2025. Hal itu ditandai dengan meningkatnya kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional serta pertumbuhan konsumsi listrik per kapita. Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pada Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Bahlil menjelaskan, hingga akhir 2025 kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional bertambah sekitar 7 gigawatt (GW) atau setara 7.000 megawatt (MW). Dengan penambahan tersebut, total kapasitas terpasang listrik nasional mencapai sekitar 107,51 GW, atau tumbuh sekitar 6,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Peningkatan kapasitas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional sekaligus mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan energi di masa mendatang," ujar Bahlil.

Ia menambahkan, Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan pembangkit baru khususnya yang bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT) yang telah ditetapkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

Seiring dengan peningkatan kapasitas pembangkit, konsumsi listrik per kapita nasional juga menunjukkan tren kenaikan. Pada 2024, konsumsi listrik per kapita tercatat sebesar 1.411 kilowatt hour (kWh), dan meningkat menjadi 1.584 kWh pada 2025. Capaian tersebut melampaui target sebesar 108,2 persen dari 1.464 kWh.

“Peningkatan konsumsi listrik per kapita ini menandakan adanya pertumbuhan aktivitas ekonomi, sekaligus menunjukkan semakin meratanya akses listrik di berbagai daerah,” jelas Bahlil.

Pertumbuhan konsumsi listrik disebut Bahlil tidak hanya dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas ekonomi, tetapi juga oleh perluasan akses kelistrikan. Ia menyebut, masih terdapat ribuan desa dan dusun yang belum sepenuhnya menikmati layanan listrik. Sepanjang 2025 pemerintah telah melanjutkan pembangunan jaringan listrik di lebih dari seribu titik melalui program Listrik Desa.

Ke depan, Kementerian ESDM terus menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor ketenagalistrikan melalui peningkatan kapasitas pembangkit, penguatan jaringan transmisi dan distribusi, serta percepatan elektrifikasi khususnya di wilayah terluar, terdepan, tertinggal (3T). (RA)

Dipublikasikan: Kamis 08 Januari 2026