Sabtu, 04 April 2026

Detail Berita

Senin 28 April 2025 Berita Terkini

Tinjau Labuan Bajo, Komisi XII DPR RI dan ESDM Dorong Pemanfaatan Energi Bersih

Ringkasan Berita

Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan kunjungan kerja reses ke Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (25/04/2025). Labuan Bajo, sebagai salah satu Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Indonesia, menjadi fokus utama pengembangan pariwisata nasional. Oleh karena itu, penyediaan tenaga listrik berbasis energi bersih menjadi kebutuhan.

Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan kunjungan kerja reses ke Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (25/04/2025). Labuan Bajo, sebagai salah satu Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Indonesia, menjadi fokus utama pengembangan pariwisata nasional. Oleh karena itu, penyediaan tenaga listrik berbasis energi bersih menjadi kebutuhan.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya. Bambang juga menyoroti ketersediaan listrik yang jumlahnya signifikan untuk mendukung investasi di Labuan Bajo sebagai daerah pariwisata yang terus berkembang. Menurut Bambang Provinsi NTT memiliki potensi energi baru terbarukan yang cukup tinggi dari energi bayu dan surya.

“Bahwa yang diperlukan itu clean energy. Clean energy itu pasti dari energi baru terbarukan,” tegas Bambang.

Daerah Pariwistasa yang memiliki clean energy dinilai Bambang memiliki nilai plus sehingga ia mengimbau semua pihak agar dapat mengakselerasikan Labuan Bajo sebagai daerah super prioritas pariwiasata yang memang memiliki daya unggul.

Bambang menyampaikan saat ini Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) masih mendominasi penyediaan listrik di NTT. Sehingga perlu perlu disiapkan langkah-langkah mitigasi dan transisi di dalam memenuhi kebutuhan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dan mengurangi ketergantungan kita pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel.

Hadir dalam kunjungan kerja tersebut, Direktur Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jisman Hutajulu. Ia menyampaikan sistem kelistrikan di NTT saat ini terdapat dua sistem besar, yaitu sistem Timor dan sistem Flores, kemudian ada 68 sistem yang isolated yang tidak terhubung dengan jaringan listrik nasional dan semuanya dilayani oleh diesel.

Jisman menyampaikan bahwa PLN saat ini tengah mendorong program dedieselisasi, yakni pengalihan PLTD ke sumber EBT seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Tujuan utama program ini adalah mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan mendukung transisi energi.

“Dedieselisasi ini adalah PLTS ditambah dengan baterai atau hybrid Bapak-Ibu sekalian, tapi PLTD-nya, Dieselnya masih digunakan untuk backup, karena memang mungkin belum bisa 24 jam,” terang Jisman.

Jisman juga menyampaikan saat ini sudah ada roadmap listrik pedesaan untuk mendukung Rasio Elektrifikasi di NTT, antara lain melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

“NTT ini kan terendah untuk rasio elektrifikasinya jadi saya mencoba untuk memberikan anggaran disini agak lebih supaya melompat dulu rasio elektrifikasinya, tidak tertinggal dengan Provinsi lain,” jelas Jisman.

Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Adi Priyanto menyampaikan pertumbuhan pemakaian listrik di Pulau Flores, khususnya Labuan Bajo meningkat sangat pesat, bahkan melampaui pertumbuhan di Provinsi Bali.  Ia menambahkan pihaknya juga sedang melakukan studi terkait potensi hutan bangun di Flores yang dapat menambah energy mix dalam pengembangan energi baru terbarukan.

“Oleh karena itu, kami benar-benar sangat memperhatikan kondisi kelistrikan di Flores ini, khususnya Labuan Bajo, ini menjadi hal yang sangat penting,” jelas Adi. (RO)

 

Dipublikasikan: Senin 28 April 2025