Permen ESDM Nomor 16 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun 2020-2024 sudah diundangkan di Jakarta pada tanggal 25 September 2020 dan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 229 K/09/MEM/2020 tentang Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sudah ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 November 2020. Adapun terkait visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis dari KESDM dan Ditjen Ketenagalistrikan untuk tahun 2020-2024 dengan acuan Permen dan Kepmen tersebut adalah sebagai berikut:

VISI KESDM

“Menjadi Penggerak Utama Pembangunan Nasional Melalui Pengelolaan ESDM yang Optimal Demi Terwujudnya Kemandirian dan Ketahanan Energi Untuk Kesejahteraan Rakyat Yang Adil dan Merata”

MISI KESDM

1. Meningkatkan kualitas SDM melalui penerapan nilai-nilai KESDM (Jujur, Profesional, Melayani, Inovatif dan Berarti);
2. Mengoptimalkan pengelolaan dan meningkatkan nilai tambah energi dan mineral yang berkelanjutan;
3. Mengakselerasi pemanfaatan energi baru, energi terbarukan, dan konservasi energi;
4. Menjamin ketersediaan energi nasional;
5. Meningkatkan aksesibilitas energi dengan harga terjangkau kepada seluruh masyarakat; dan
6. Meningkatkan pelayanan mitigasi bencana geologi (gunungapi, gerakan tanah, gempa bumi, tsunami dan likuifaksi).

TUJUAN KESDM

Dalam mewujudkan visi-misi dan arahan Presiden RI 2020-2024, ditetapkan 4 tujuan KESDM sebagai berikut:
 
1. Meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi;
2. Optimalisasi pengelolaan energi dan mineral yang berkelanjutan dalam rangka meningkatkan nilai tambah;
3. Penguatan kapasitas organisasi dalam rangka menjadi penggerak utama sektor ESDM; dan
4. Ketersediaan data dan informasi mitigasi dan penanggulangan kebencanaan geologi yang cepat dan akurat.

SASARAN STRATEGIS KESDM

Dalam rangka mendukung pencapaian 4 tujuan KESDM tahun 2020-2024, KESDM memiliki 13 sasaran strategis sebagaimana disebutkan pada Kepmen ESDM Nomor 229 K/09/MEM/2020 tentang Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai berikut:
 
1. Meningkatnya kemandirian dan ketahanan energi nasional;
2. Optimalisasi ketersediaan produk mineral;
3. Meningkatnya pelayanan mitigasi bencana geologi;
4. Meningkatnya kompetensi SDM;
5. Optimalisasi kontribusi sektor ESDM yang bertanggung jawab dan berkelanjutan;
6. Layanan sektor ESDM yang optimal;
7. Perumusan kebijakan sektor ESDM yang berkualitas;
8. Pembinaan, pengawasan, dan pengendalian sektor ESDM yang efektif;
9. Penelitian dan pengembangan ESDM yang produktif;
10. Terwujudnya birokrasi yang efektif, efisien, dan berorientasi layanan prima;
11. Organisasi yang fit dan SDM unggul;
12. Optimalisasi teknologi informasi yang terintegrasi; dan
13. Pengelolaan sistem anggaran yang optimal.
 

VISI DITJEN KETENAGALISTRIKAN

“Menjadi Penggerak Pembangunan Nasional Melalui Pengelolaan Subsektor Ketenagalistrikan yang Optimal Demi Terjaminnya Ketersediaan Tenaga Listrik dalam Jumlah yang Cukup, Kualitas yang Baik, dan Harga yang Wajar untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemakmuran Rakyat Secara Adil dan Merata Serta Mewujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan”

MISI DITJEN KETENAGALISTRIKAN

  1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penerapan nilai-nilai KESDM, yaitu Jujur, Profesional, Melayani, Inovatif, dan Berarti;
  2. Memanfaatkan seoptimal mungkin sumber energi primer untuk kepentingan ketenagalistrikan nasional dengan mengutamakan sumber energi baru dan energi terbarukan serta tetap memperhatikan keekonomiannya;
  3. Menjamin ketersediaan tenaga listrik yang didasari pada prinsip 5K, yaitu kecukupan, keandalan, keberlanjutan, keterjangkauan, dan keadilan;
  4. Melaksanakan kebijakan, mengatur, membina, dan mengawasi usaha penyediaan tenaga listrik, usaha penunjang tenaga listrik, serta aspek keselamatan ketenagalistrikan dan lindungan lingkungan; dan
  5. Meningkatkan tata kelola subsektor ketenagalistrikan.

TUJUAN DITJEN KETENAGALISTRIKAN

Dalam mewujudkan visi-misi Ditjen Ketenagalistrikan periode 2020-2024 yang selaras dengan visi-misi, dan tujuan dari KESDM serta visi-misi dan arahan Presiden RI, tujuan Ditjen Ketenagalistrikan untuk 5 tahun mendatang sebagai berikut:
  1. Meningkatkan kemandirian dan ketahanan ketenagalistrikan nasional melalui penyelenggaraan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, pengaturan, pembinaan, pengawasan, dan pelaksanaan perencanaan serta evaluasi dari usaha penyediaan tenaga listrik, usaha penunjang tenaga listrik, serta aspek keselamatan ketenagalistrikan dan lindungan lingkungan;
  2. Optimalisasi kontribusi subsektor ketenagalistrikan yang berkelanjutan melalui peningkatan investasi subsektor ketenagalistrikan dan pelayanan subsektor ketenagalistrikan yang prima; dan
  3. Meningkatkan kapabilitas organisasi melalui penguatan sumber daya organisasi pada aspek penganggaran, pemanfaatan teknologi pada sarana dan prasarana, metode, serta sumber daya manusia dan birokasi Ditjen Ketenagalistrikan.

SASARAN STRATEGIS / SASARAN PROGRAM DITJEN KETENAGALISTRIKAN

Berdasarkan hasil cascading, alignment, dan tagging dari sasaran strategis KESDM yang mana juga sebagai dukungan mencapai 3 tujuan Ditjen Ketenagalistrikan tahun 2020-2024, di dalam Kepmen ESDM Nomor 229K/09/MEM/2020 tentang Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral disebutkan ada 9 sasaran strategis Ditjen Ketenagalistrikan, yaitu:
 
1. Meningkatnya kemandirian dan ketahanan ketenagalistrikan nasional;
2. Optimalisasi kontribusi subsektor ketenagalistrikan yang bertanggungjawab dan berkelanjutan;
3. Pembinaan, pengawasan, dan pengendalian subsektor ketenagalistrikan yang efektif;
4. Perumusan kebijakan dan regulasi subsektor ketenagalistrikan yang berkualitas;
5. Pembinaan, pengawasan, dan pengendalian internal Ditjen Ketenagalistrikan yang efektif;
6. Terwujudnya birokrasi yang efektif, efisien, dan berorientasi pada layanan prima untuk subsektor ketenagalistrikan;
7. Organisasi Ditjen Ketenagalistrikan yang fit dan SDM unggul;
8. Pengelolaan sistem anggaran Ditjen Ketenagalistrikan yang optimal; dan
9. Layanan subsektor ketenagalistrikan yang optimal.